Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi makan berlebih (Foto: Odua Images via Canva Pro)

Selama Lebaran, tidak jarang orang-orang menjadi kalap saat makan. Ternyata, hal ini bisa berbahaya bagi tubuh jika tidak dibatasi dengan benar.

Momen Idulfitri sudah di depan mata, mulai banyak orang yang menyiapkan aneka hidangan untuk menyambut Lebaran.

Selama Lebaran, orang-orang biasanya akan lebih banyak makan sebagai bentuk ‘balas dendam’ selama berpuasa.

Namun, kebiasaan makan banyak ini bisa membuat kinerja lambung menjadi lebih berat, serta berbahaya bagi tubuh jika dilakukan dalam jangka panjang.

Spesialis Gizi Klinik dr. Mulianah Daya, M.Gizi, Sp.GK., menjelaskan, wajar jika Sahabat DAAI banyak makan saat Lebaran, apalagi bagi pemudik yang sudah lama tidak pulang ke rumah.

“Istilahnya rindu masakan ibu atau rindu masakan nenek. Hanya saja, identiknya pada hari raya kita banyak konsumsi makanan yang bersantan dan berminyak, sehingga banyak menumpuk kolesterol jenuh dan tinggi gula, terutama di kue kering. Sebenarnya boleh saja dimakan, hanya catatannya tidak makan secara berlebihan untuk menghindari penyakit,” ujar dr. Mulianah dikutip dalam tayangan YouTube DAAI Family, Kamis (20/4).

Menurut dr. Mulianah, poin makanan di hari raya ada pada pola makan atau cara makan seseorang yang sebenarnya juga bisa diatur.

Sebagai panduan, dr. Mulianah membagikan rumus 4J yang bisa digunakan selama Lebaran. Pertama, adalah mengetahui jumlah kalori harian yang dibutuhkan tubuh.

Untuk perempuan, umumnya kalori harian yang dibutuhkan sekitar 1.500 kalori sampai 1.700 kalori per hari, sedangkan untuk laki-laki 1.800 kalori sampai 2.000 kalori per hari.

Baca Juga: Waspada, Ketahui Bahaya Langsung Tidur Setelah Sahur

Jika Sahabat DAAI akan banyak bersilaturahmi di hari Lebaran, artinya Sahabat DAAI perlu mengatur asupan kalori harian dan melakukan kompensasi agar tidak terjadi penambahan berat badan atau penyakit. Salah satu kompensasi yang bisa dilakukan, adalah dengan rutin berolahraga.

Kedua, Sahabat DAAI perlu memilih jenis makanan yang dikonsumsi. Rumus makanan sehat yang harus dikonsumsi tubuh, harus mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.

Jadi, saat berkunjung dari satu tempat ke tempat lainnya, Sahabat DAAI perlu memilih makanan yang akan dikonsumsi. Jangan terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat atau protein saja, tetapi harus seimbang.

Ketiga, Sahabat DAAI perlu memperhatikan jadwal makan selama Lebaran. Usahakan untuk tidak makan banyak di setiap waktu makan.

“Salah satu strategi agar tidak makan berlebih, adalah small frequent feeding. Jadi saat makan jangan kalap, usahakan makan sedikit-sedikit tapi sering,” ungkap dr. Mulianah

Keempat, perhatikan jurus masaknya. Tentunya Sahabat DAAI terkadang tidak bisa menghindari konsumsi makanan berlemak karena memang tradisinya seperti itu.

“Namun, untuk pasien-pasien yang punya penyakit, mungkin harus menghindari konsumsi lemak jenuh yang terlalu tinggi. Sebagai alternatif, mungkin penggunaan santan bisa kita ganti misalnya dengan susu low fat atau bubuk fiber,” lanjut dr. Mulianah.

Tidak hanya itu, hal lain yang juga harus diperhatikan selama Lebaran adalah jangan langsung tidur setelah makan karena bisa memberikan efek buruk dalam jangka panjang.

Baca Juga: Jangan Setiap Hari, Ini Risiko Makan Gorengan Berlebihan Selama Puasa

Untuk itu, Sahabat DAAI perlu mengimbanginya dengan aktivitas fisik ringan. Misalnya seperti berjalan kaki selama 30 menit per hari.

“Jadi, kalau mau sehat semuanya harus seimbang. Salah satunya, juga harus menjaga keseimbangan energi. Kalau energi yang keluar lebih sedikit, maka berat badan akan terus naik,” tutup dr. Mulianah.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: