Ilustrasi tidur setelah makan (Foto: RyanKing999 via Canva Pro)
Setelah menyantap makanan sahur, tidak jarang beberapa orang merasa sangat mengantuk dan memutuskan untuk tidur kembali. Faktanya, ternyata kebiasaan ini bisa berbahaya bagi tubuh.
Langsung tidur setelah makan makanan berat di saat sahur bisa menyebabkan beberapa masalah bagi tubuh.
Tidak hanya itu, kebiasaan ini juga berpotensi mengganggu ritme sirkadian tubuh. Ritme sirkadian adalah proses internal dan alami yang mengatur siklus tidur-bangun yang diulangi kira-kira setiap 24 jam.
Saat Sahabat DAAI tidur setelah sahur, maka Sahabat DAAI tidak memberikan waktu yang cukup bagi tubuh untuk mencerna dan membakar kalori yang baru saja dikonsumsi.
Mengutip dari UPMC Health Beat, alih-alih digunakan sebagai bahan bakar untuk hari itu, kalori tersebut malah bakal diubah menjadi lemak dan disimpan di dalam tubuh.
Di sisi lain, tidur setelah makan sahur juga bisa membuat perut jadi cepat lapar. Alhasil, rasa lapar yang ditahan ini akan membuat Sahabat DAAI makan lebih banyak saat berbuka puasa.
Nah, makan terlalu banyak ini juga bisa membuat Sahabat DAAI malas untuk melanjutkan aktivitas. Kondisi tersebut bisa jadi risiko obesitas akan meningkat, jika Anda tidak mengubah kebiasaan setelah makan yang tidak sehat ini.
Tidak jarang, setelah makan sahur tubuh menjadi lelah dan sangat mengantuk, tetapi ini adalah hal yang wajar. Pasalnya, tubuh membutuhkan waktu antara 3-4 jam untuk mencerna makanan sepenuhnya.
Nah, kalau Sahabat DAAI terus makan, maka tubuh akan terus bekerja untuk mencernanya. Makan dalam porsi besar juga bisa menghabiskan energi untuk dicerna, sehingga membuat tubuh merasa sedikit lelah.
Pertimbangkan juga menu apa yang dimakan. Pasalnya, makanan yang mengandung banyak karbohidrat atau protein dapat membuat Sahabat DAAI merasa lelah karena makanan ini memerlukan waktu untuk dicerna, serta melepaskan hormon yang dapat membuat tubuh merasa lelah.
Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa makanan kaya triptofan, asam amino esensial, dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak serotonin, zat kimia yang mengatur suasana hati dan siklus tidur.
Tidak jarang juga, kebiasaan tidur setelah sahur membuat jumlah asam lambung yang dihasilkan menjadi terlalu banyak.
Selain menyebabkan masalah asam lambung naik (heartburn), kondisi tersebut juga bisa berkembang menjadi GERD (gastroesophageal reflux disease) atau refluks asam lambung.
GERD merupakan kelanjutan dari asam lambung naik yang sering terjadi setidaknya lebih dari dua kali per minggu.
Untuk itu, usahakan Sahabat DAAI menghindari makanan yang bisa memicu maag, seperti makanan pedas dan asam.
Hindari juga konsumsi cokelat, permen, es krim, atau kafein karena bisa memperparah kondisi maag atau asam lambung.
Sahabat DAAI direkomendasikan untuk berhenti makan setidaknya tiga jam sebelum tidur. Waktu tersebut, bisa memberikan tubuh cukup waktu untuk memproses makanan yang telah dikonsumsi tanpa mengganggu jadwal tidur.
Selain itu, waktu tersebut juga bisa meminimalkan gejala refluks asam atau iritasi terkait pencernaan lainnya.
Untuk menghindari beberapa risiko tersebut, Sahabat DAAI bisa mengonsumsi makanan seperti susu hangat dan madu, bluberi, teh kamomil, selai kacang, serta yoghurt rendah lemak dengan buah.
Perlu diingat, Sahabat DAAI juga perlu memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi saat sahur karena juga bisa menyebabkan berat badan bertambah.

