Ilustrasi mengatur keuangan (Foto: simpson33 via Getty Images)
Bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional, salah satu hal yang bisa meningkatkan kekompakan keluarga, adalah mengelola keuangan dan mengasah literasi finansial agar arus kas tetap terjaga.
Kebutuhan finansial rumah tangga termasuk pengelolaan keuangan, harus terpenuhi dengan baik dengan kerja sama dengan seluruh anggota keluarga.
Tidak harus menggunakan uang cash, Sahabat DAAI juga bisa mengantur keuangan keluarga menggunakan kecanggihan teknologi yang bisa diakses melalui ponsel.
Selain lebih cepat, kemudahan penggunaan teknologi untuk mengatur keuangan juga bisa membantu mengatur arus kas dengan lebih tertata.
Hal ini, sejalan dengan data Statistik Telekomunikasi Indonesia 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang mana sebanyak 98,76% rumah tangga di perkotaan dan perdesaan, telah menggunakan telepon seluler sebagai media untuk mengakses internet.
Sebagai panduan, berikut adalah beberapa cara mengatur keuangan keluarga yang bisa dicoba Sahabat DAAI di rumah.
1. Buat Pos Pengeluaran dan Lakukan Evaluasi
Membuat rancangan pengeluaran, adalah salah satu strategi utama yang bisa dilakukan agar pengeluaran keluarga dapat terkontrol dengan baik.
Tentunya, setiap keluarga pasti memiliki kebutuhan dan rencana keuangan yang berbeda-beda. Untuk itu, ada baiknya suami dan istri mendiskusikan terlebih dahulu besaran pos budget sesuai dengan tujuan keluarga masing-masing.
Sahabat DAAI bisa menerapkan strategi alokasi budget berdasarkan kategori kebutuhan agar pengeluaran bisa lebih terkontrol. Rncangan pos budget yang bisa disiapkan, mulai dari kebutuhan harian, tabungan dan investasi, dana pendidikan, rekreasi dan hiburan, biaya transportasi, hingga kebutuhan esensial lainnya.
Baca Juga: Ini 4 Kesalahan yang Sering Dilakukan Milenial dalam Mengelola Keuangan
2. Manfaatkan Teknologi untuk Permudah Urusan Finansial
Kehadiran teknologi bisa sangat membantu urusan finansial keluarga. Selain membantu aktivitas menjadi semakin produktif dan efisien, kehadiran teknologi finansial juga punya keunggulan fitur dan promo yang bisa membantu menghemat pengeluaran.
Melalui kecanggihan teknologi finansial, Sahabat DAAI tidak perlu lagi datang ke ATM atau bank terdekat hanya untuk melakukan transfer dana, membayar tagihan, mengecek uang masuk, atau membeli kebutuhan harian.
Selain transaksi utama tersebut, Sahabat DAAI juga bisa belanja dengan lebih murah dari rumah, serta bisa membandingkan harga di berbagai tempat belanja hanya lewat ujung jari.
3. Libatkan Seluruh Anggota Keluarga dalam Merencanakan Keuangan
Untuk merencanakan keuangan keluarga, tentunya dibutuhkan kerja sama dan rasa saling percaya untuk bisa mencapai perencanaan keuangan keluarga yang kuat.
Selain melibatkan pasangan, Sahabat DAAI juga bisa melibatkan anak-anak dalam mencapai tujuan finansial bersama, dengan sesekali memberikan kepercayaan kepada mereka untuk mengatur keuangan masing-masing.
Namun, layaknya sebuah tim, dalam keluarga juga tentu memerlukan pembagian tugas yang jelas. Sahabat DAAI bisa membagi tugas ini dengan melakukan diskusi terbuka agar semua pihak tetap merasa dilibatkan.
Baca Juga: Kenali Metode Menabung Kakeibo ala Jepang, Dijamin Irit!
4. Satukan Persepsi Seputar Finansial
Salah satu kunci sukses untuk mengelola finansial keluarga, adalah dengan menyamakan persepsi seputar finansial dengan pasangan, bahkan seluruh anggota keluarga.
Tidak hanya persepsi terkait pengeluaran bulanan, tetapi juga persepsi terkait menabung atau berinvestasi. Idealnya, Sahabat DAAI dan keluarga perlu menyisihkan 10% dari pemasukan per bulan untuk menabung atau berinvestasi.
Ketika fondasi finansial keluarga sudah kuat, tujuan dan impian yang dimiliki pun dapat dicapai secara efektif dan strategis.
Memperkuat fondasi finansial keluarga, juga termasuk pada literasi finansial anak. Alih-alih mengajarkan pentingnya menabung, orang tua bisa mulai mengedukasi anak cara berbelanja dengan bijak.
Dengan demikian, anak bisa membedakan harga mahal dan murah, mengenali kualitas barang, belajar menghitung ketika berbelanja, dan pada akhirnya terdorong untuk menabung.

