Penulis : Grace Kolin
Generasi milenial identik dengan kemajuan teknologi beserta segala kemudahan yang ada. Tidak hanya mudah untuk mengakses lembaga keuangan, generasi ini mudah mempelajari sektor keuangan dengan cepat karena mereka adalah generasi pertama yang tumbuh dengan komputer dan internet. Namun sayangnya, tidak semua generasi milenial membarengi gaya hidup mereka yang dinamis dengan pengetahuan pengelolaan keuangan, sehingga tak jarang mereka mengalami kesulitan dalam mengatur keuangan.
Financial Consultant Desvalia D. S, QWP dalam program Keuangan Milenial DAAI TV menuturkan ada empat kesalahan yang sering dilakukan generasi milenial dalam mengelola keuangan:
- Gaya hidup konsumtif
Generasi milenial tumbuh dewasa dengan diiringi adopsi teknologi. Kemajuan teknologi memudahkan mereka untuk mendapatkan apa saja yang diinginkan, seperti makanan, pakaian, hiburan maupun dalam hal pembayaran. Semuanya dapat dilakukan dengan mudah. Di sisi lain, kemudahan dalam penggunaan teknologi ini juga bisa membawa dampak buruk bagi milenial, yaitu gaya hidup konsumtif.
- Mudah termakan gengsi
Media sosial adalah salah satu hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan generasi milenial. Tidak hanya digunakan sebagai tempat untuk berbagi, media sosial juga menjadi wadah bagi pengguna untuk menampilkan sisi terbaik dari dirinya. Hal ini membuat para generasi milenial jadi mengikuti tren gaya hidup seperti yang mereka lihat di media sosial.
- Terlalu banyak cicilan
Di masa seperti saat ini, sangat mudah bagi seseorang untuk berhutang, baik berhutang lewat kartu kredit, aplikasi pinjaman online, maupun fasilitas PayLater. Apalagi kini, fitur PayLater telah tersedia pada berbagai platform, seperti situs e-commerce, travel hingga pendidikan. Padahal PayLater sama dengan berhutang. Kemudahan tersebut membuat generasi milenial jadi sering berbelanja barang dengan memanfaatkan fasilitas berhutang. Akibatnya, banyak generasi milenial yang gajinya habis untuk membayar cicilan.
- Self reward yang berlebihan
Menghadiahi diri sendiri atau self reward memang bukan hal yang salah, hanya saja menurut Desvalia, self reward harus sesuai dengan kemampuan finansial yang dimiliki dan dengan intensitas yang sesuai, agar kondisi keuangan generasi milenial bisa tetap sehat. “Jangan terlalu sering memberikan diri sendiri self reward, sehingga berpotensi mengacaukan keuangan,” pesan Desvalia.

