Ilustrasi menabung (Foto: busracavus via Getty Images Signature)
Menabung sangat penting untuk mempersiapkan masa depan. Salah satu metode menabung manual yang masih bisa dicoba sampai saat ini, adalah metode kakeibo.
Secara harfiah, kakeibo diartikan sebagai buku keuangan rumah tangga. Kakeibo merupakan sebuah metode tradisional untuk mengatur keuangan secara manual, yakni hanya dengan menggunakan pena dan buku.
Metode ini, dikabarkan pertama kali diterbitkan oleh seorang jurnalis bernama Makoto Hani pada majalah wanita di tahun 1908. Ia menilai, stabilitas keuangan sangatlah penting untuk kebahagiaan. Ia juga ingin membantu orang-orang untuk mengendalikan pengeluaran rumah tangga mereka.
Sebelum melakukan praktik kakeibo, Sahabat DAAI harus mengenal empat pertanyaan kunci yang menjadi dasar teknik ini.
Di antaranya berapa banyak uang yang Sahabat DAAI miliki?; berapa banyak uang yang ingin disimpan?; berapa banyak uang yang dibelanjakan?; serta bagaimana caranya agar Sahabat DAAI berkembang?
Sahabat DAAI bisa menjawab pertanyaan tersebut sesuai keadaan, sehingga perlahan-lahan bisa mulai mengubah kebiasaan dalam menggunakan uang, serta bisa mencapai tujuan yang telah direncanakan.
Kakeibo bukanlah hal yang baru dalam teknik mengatur arus kas. Kakeibo yang disebut juga teknik atau metode kakeibo, sebetulnya adalah metode mengatur uang dengan cara tradisional dan cukup sederhana. Metode mengatur keuangan ini juga dikenal dengan sistem amplop.
Sistem amplop, merupakan pembagian uang ke dalam beberapa kategori pengeluaran dengan menggunakan amplop yang kemudian diberi label.
Sistem amplop ini, akan membantu Sahabat DAAI belajar mengatur pengeluaran secara lebih terorganisasi.
Baca Juga: Inilah Cara Menabung Dengan Gaji UMR
Kunci utama dari teknik kakeibo, terletak pada pencatatan seluruh pendapatan dan pengeluaran. Metode pembukuannya pun dilakukan dengan cara konvensional, yaitu dengan cara ditulis tangan di atas sebuah buku catatan khusus dan dilakukan rutin setiap awal atau akhir bulan.
Pencatatan arus kas ini, harus terbagi atas empat kategori yang kemudian disebut sebagai pilar.
1. Survival, yaitu pengeluaran rutin atau wajib yang diperlukan untuk bertahan hidup. Misalnya seperti akomodasi, bahan makanan, medis, dan sebagainya.
2. Culture, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan budaya, seperti membaca buku, menonton film, teater, konser musik, dan sebagainya.
3. Optional, yaitu pengeluaran tidak rutin atau hobi, misalnya makan di restoran, berbelanja pakaian, membeli camilan, dan sebagainya.
4. Extra, yaitu pengeluaran tak terduga seperti perbaikan kendaraan, perbaikan rumah, kado ulang tahun, dan sebagainya.
Di dalam pembuatan rencana pengeluaran, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Pertama, Sahabat DAAI harus mencatat secara terperinci dari mana saja sumber pendapatan di bulan tersebut.
Kedua, catat berapa banyak uang yang sekiranya akan digunakan. Pada tahap ini, Sahabat DAAI harus mencatat berbabagi pengeluaran rutin yang Sahabat DAAI lakukan setiap bulan.
Selanjutnya, tentukan jumlah tabungan yang akan Sahabat DAAI sisihkan di bulan tersebut. Berapa banyak nominalnya dan untuk apa tabungan tersebut akan digunakan?
Setelah mengetahui gambaran besar pengeluaran yang akan Sahabat DAAI habiskan setiap bulan, selanjutnya Sahabat DAAI perlu untuk menentukan pengeluaran secara mingguan.
Untuk mengetahui berapa besar pengeluaran mingguan, Sahabat DAAI bisa membagi nominal pengeluaran bulanan (tidak termasuk pengeluaran tabungan) dengan jumlah minggu dalam satu bulan. Nantinya, hasil yang Sahabat DAAI dapatkan adalah nominal yang bisa Sahabat DAAI belanjakan setiap minggunya.
Baca Juga: 4 Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak, Jangan Mendadak!
Jangan lupa, setiap Sahabat DAAI membelanjakan uang tersebut Sahabat DAAI harus mencatatnya secara terperinci. Jika perlu, Sahabat DAAI bisa menyematkan struk belanja pada catatan yang Sahabat DAAI buat.
Setelah Sahabat DAAI menerapkan teknik kakeibo, Sahabat DAAI wajib melakukan evaluasi rutin secara harian, mingguan, bulanan, serta tahunan.
Periksalah apakah rencana pengeluaran di awal sesuai dengan realisasinya atau tidak. Evaluasi ini, dilakukan untuk mengetahui apakah metode kakeibo yang Sahabat DAAI terapkan sudah berjalan optimal atau belum.
Jangan lupa untuk memperhatikan apakah Sahabat DAAI mengeluarkan uang secara berlebihan di beberapa kategori tertentu. Sahabat DAAI bisa menggunakan catatan di dalam buku pengeluaran sebagai bahan evaluasi. Dengan demikian, Sahabat DAAI bisa mengetahui ke mana saja uangmu mengalir.
Apabila metode ini berhasil, maka Sahabat DAAI bisa mencoba untuk meningkatkan jumlah tabungan di bulan berikutnya.

