Penulis : Akbar Fauzi
Editor : Grace Kolin
Siapa yang tidak kenal dengan rumah makan padang? Rumah makan ini sangat populer di Indonesia dan banyak dijumpai di berbagai daerah. Selain dikenal dengan citarasa lauknya yang enak dan gurih, rumah makan padang juga memiliki cara penyajian yang unik, dimana para pramusajinya sanggup membawa belasan piring makanan sekaligus tanpa bantuan nampan atau gerobak.
Keterampilan unik yang ditampilkan para pramusaji ini dinamakan manatiang piriang, yang berarti mengangkat piring atau menata piring. Manatiang piriang sudah lama dikenal sebagai tradisi adat Ranah Minang, Minangkabau. Biasanya, tradisi ini hanya dilakukan oleh laki-laki pada acara jamuan makan. Orang yang melakukan manatiang piriang dinamakan dengan Tatiang.
Keterampilan manatiang piriang dimiliki oleh para pramusaji rumah padang agar mereka dapat melayani tamu dengan cepat dan cekatan. Namun, keterampilan ini tidak begitu saja langsung didapatkan oleh para pramusaji. Butuh dua hingga tiga tahun untuk mempelajari keterampilan ini, dengan kosekuensi harus membayar piring yang jatuh dan pecah saat latihan.
Saat melakukan manatiang piriang, pramusaji biasanya hanya mengandalkan tangan sebelah kiri untuk membawa aneka lauk yang bisa mencapai 13 jenis dalam sekali bawa dan membentuk 2-3 tingkat susunan. Ketika sampai di meja pelanggan, tangan kanan pramusaji dengan cekatan akan menurunkan susunan piring berisi aneka lauk dan sambal ke atas meja.
Dilansir dari Liputan6.com, pendiri Restoran Sederhana, Hasril Chaniago dalam buku Kisah Hidup Haji Bustaman mengungkap seorang Tatiang handal yang mampu membawa 25 piring di kedua tangan tanpa mengurangi kemampuan serta kelincahannya dalam bergerak. Selain sebagai atraksi yang disuguhkan untuk menarik pengunjung restoran, ternyata manatiang piriang juga dimaksudkan untuk menunjukkan image pelayanan Restoran Padang yang sigap dan cepat. Meski cara penyajiannya ditumpuk, makanan yang disajikan dijamin higienis karena bagian bawah piring berada dalam keadaan bersih.
Saat ini, tradisi manatiang piriang di restoran atau rumah makan padang sudah mulai berkurang, tradisi ini pelan-pelan digantikan dengan penggunaan rak beroda yang didorong ke meja pelanggan. Padahal di sisi lain, beberapa pengunjung rumah makan padang mengaku sengaja mencari rumah makan dengan cara penyajian unik ini sebagai bukti rumah makan tersebut masih asli masakan padang.

