Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi bunga tasbih (Foto: pimonpim via Getty Images)

Bunga tasbih (Canna lily) biasanya tumbuh di hutan dan pegunungan. Bunga unik ini kerap dijadikan sebagai tanaman hias karena memiliki tampilan yang memesona.

Bunga tasbih punya banyak nama seperti ganyol leuweung, sebe, sebeh, tasbeh (Sunda); ganyong wana, ganyong alas, puspa midra, puspa nidra, puspa nyidra, kembang gedang (Jawa); buah tasbeh, sebek, sigi-sigi, sabeh (Jakarta); tasbhi (Madura); milu-milu (Bali); bunga tasebe (Bugis); tasube (Ternate); sampai ganyong hutan (Melayu).

Mengutip dari situs pertanian.go.id, bunga tasbih punya rasa yang agak manis dan sejuk. Menariknya, bunga tasbih punya beberapa warna bunga yang menarik, mulai dari merah muda, merah tua, kuning, jingga, dan kombinasi dari seluruh warna tersebut.

Bunga unik ini memiliki tinggi berkisar antara 0,5 meter dan 2 meter, daun yang lebar dan besar, serta menyirip.

Bunga tasbih punya habitat asal dari Amerika Selatan dan telah tersebar secara luas hampir di seluruh dunia, terutama di daerah beriklim tropis.

Oleh karena itu, bunga tasbih sangat mudah ditemukan di Indonesia yang beriklim tropis. Apalagi, bunga ini mampu hidup hingga ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam bunga tasbih adalah enam substansi fenol, yaitu 2-terpene dan 4-coumarin, pati, glukosa, lemak, alkaloid, serta getah.

Kemudian, efek farmakologis pada bunga tasbih meliputi antipiretik, menurunkan tekanan darah (hipotensif), dan penenang (sedatif).

Di Australia, tanaman ini dikenal sebagai penghasil tepung. Bunga tasbih juga digunakan sebagai pewarna alami pada kosmetik, salah satunya pada produk lipstik.

Rasa rimpangnya yang manis dan bersifat sejuk membuat umbinya bisa digunakan sebagai penyejuk, pereda demam, peluruh kencing, penenang, dan menurunkan tekanan darah.

Di sisi lain, bagian bunganya bersifat hemostatis, serta bagian daunnya mengandung tannin dan sulfur. Tidak heran jika hampir seluruh bagian dari bunga tasbih ini memiliki nilai komersial.

Secara khusus, bagian bunganya yang telah dikeringkan, akar, dan rimpang (segar atau kering), daun, serta biji bunga tasbih dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit.

Di antaranya seperti ambeien, disentri kronis, haid berlebihan, kepala pusing (vertigo), batuk berdarah, jerawat, keputihan, kanker kandungan, keseleo, menghentikan pendarahan, pembengkakan kelenjar limpa, sampai sakit kuning.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: