Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi harga makanan mahal (Foto: cyano66 via Getty Images)

Tidak sedikit pemudik yang pergi ke kampung halaman pernah merasakan kena getok harga saat makan di warung pinggir jalan, atau warung makan di rest area.

Beberapa waktu lalu, warganet kembali dihebohkan dengan kejadian getok harga saat sedang makan di rest area. Hal ini, terjadi saat korban melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

Berdasarkan unggahan yang beredar di media sosial, korban getok harga mengaku dirinya hanya memesan dua porsi nasi ayam dan teh dalam kemasan di rest area sebuah jalan tol.

Namun, setelah makan ia terkejut dengan biaya yang harus dibayarkan, yakni sebesar Rp155.000. Penjual di rest area tersebut, awalnya tidak mau memberitahu harga makanan yang akan dikonsumsi, serta bersikeras menolak pembayaran makanan di awal.

Kejadian getok harga saat mudik sudah cukup sering terjadi. Hal ini, membuat beberapa pemudik protes karena merasa dirugikan.

Untuk menghindari hal ini, ada beberapa hal yang bisa Sahabat DAAI lakukan saat akan mengunjungi tempat makan, baik di kampung halaman maupun di rest area tol.

 

1. Cari Tempat Makan yang Memasang Harga

Jika bepergian dan akan mengunjungi tempat makan terdekat, Sahabat DAAI bisa memilih tempat makan yang mencantumkan harga makanan dengan jelas.

Apabila ada banyak pilihan tempat makan, tidak ada salahnya untuk mengitari seluruh tempat demi mendapatkan restoran terbaik. Dengan demikian, Sahabat DAAI bisa terhindar dari potensi getok harga

Baca Juga: 5 Kacang Termahal yang Tumbuh di Indonesia! Hingga 500 Ribu Rupiah per Kilogram

2. Pilih Tempat Makan yang Ramai

Kalau kesulitan menemukan tempat makan yang mencantumkan harga makanan, Sahabat DAAI bisa memilih tempat makan yang paling ramai.

Pasalnya, kuantitas pengunjung yang makan di tempat tersebut, bisa menjadi salah satu pertanda bahwa harganya masih normal.

Selain itu, bisa dikatakan tempat makan yang ramai juga menunjukkan kalau makanan yang dimasak di tempat tersebut punya cita rasa yang enak dan sesuai dengan lidah banyak orang.

 

3. Tanya Harga Sebelum Makan

Hal penting lainnya yang bisa diterapkan oleh Sahabat DAAI, adalah menanyakan harga sebelum memesan makanan.

Jangan ragu untuk banyak bertanya sampai mendapatkan jawaban yang sesuai. Jika penjual menolak memberitahu harga secara transparan, Sahabat DAAI bisa mencoba mencari opsi tempat makan lainnya.

Jangan sampai Sahabat DAAI tetap nekat makan di tempat tersebut, lalu berujung menyesal karena menjadi korban ketok harga.

 

4. Gunakan Bahasa Daerah

Penggunaan bahasa daerah asal saat membeli makanan ternyata juga bisa berpengaruh pada harga yang ditawarkan penjual.

Tidak jarang, ada penjual yang menaikkan harga makanan kepada pemudik atau pendatang baru setelah mendengar dialek yang berbeda.

Untuk mendapatkan harga yang normal dan sesuai, Sahabat DAAI bisa memaksimalkan penggunan bahasa daerah untuk berinteraksi aktif dengan penjual dan menghindari getok harga.

Baca Juga: Mau Mudik? Ini 5 Tips Liburan Hemat Bareng Keluarga di Kampung Halaman

5. Cari Informasi di Internet

Untuk mempermudah mencari tempat makan yang murah dan tidak melakukan getok harga, Sahabat DAAI bisa mencari informasinya dengan mudah di internet.

Pasalnya, tidak sedikit orang yang suka berbagi pengalaman makan di sebuah tempat, khususnya saat momen mudik Lebaran.

Kalau mau lebih praktis lagi, Sahabat DAAI bisa bertanya langsung bertanya pada kenalan yang tinggal atau sering bepergian ke daerah tersebut.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: