Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi minyak zaitun (Foto: KMNPhoto via Getty Images Pro)

Minyak zaitun adalah lemak cair yang diperoleh dengan memeras buah zaitun utuh. Minyak zaitun telah digunakan dalam upacara keagamaan dan obat-obatan, serta telah menjadi bahan makanan penting bagi banyak budaya.

Minyak zaitun dikenal punya banyak manfaat kesehatan dan kecantikan. Tidak heran jika minyak ini kerap digunakan untuk memenuhi banyak kebutuhan.

Sahabat DAAI bisa menemukan minyak zaitun dengan mudah di mana saja. tergantung fungsi dan jenisnya, minyak zaitun juga bisa didapatkan dengan harga yang cukup terjangkau.

Meski demikian, Sahabat DAAI harus berhati-hati dengan ancaman minyak zaitun palsu. Cara umum untuk mengetahui minyak zaitun asli, adalah dengan memeriksa label yang membaca kandungan bahan apa saja yang ada di dalam minyak zaitun.

Hindari membeli minyak zaitun jika kemasannya berdebu. Hindari juga membeli minyak zaitun berwarna jingga yang dapat mengindikasikan kerusakan produk.

Setelah kemasan dibuka, gunakan minyak zaitun dalam rentang waktu 8-10 minggu. Namun, kemasan minyak zaitun yang belum dibuka bisa bertahan selama dua tahun jika disimpan dengan benar.

Secara terperinci, berikut adalah beberapa cara membedakan minyak zaitun asli dan palsu yang bisa dilakukan di rumah.

 

1. Cicipi Minyak Zaitun

Jika sudah pernah merasakan minyak zaitun asli, Sahabat DAAI biasanya akan bisa mengenali minyak zaitun yang oplosan atau palsu.

Minyak zaitun asli memiliki aroma yang khas, ringan, agak pedas, bahkan meninggalkan aroma rumput setelah diminum begitu saja.

Sebaliknya, minyak zaitun palsu akan terasa berat, berminyak, hambar, dan meninggalkan aftertaste yang tidak nyaman di mulut.

 

2. Perhatikan Warna dan Aromanya

Minyak zaitun asli biasanya memiliki warna hijau keemasan atau kekuningan. Warna ini dihasilkan dari kandungan klorofil dan karotenoid dalam buah zaitun.

Jika minyak zaitun punya warna yang sangat jernih, kemungkinan besar minyak tersebut telah diproses atau dicampur dengan minyak lain.

Minyak zaitun asli memiliki aroma yang khas dan lezat, seperti aroma buah zaitun yang segar dan sedikit pedas. Jika minyak zaitun memiliki aroma yang hambar atau tidak enak, kemungkinan minyak tersebut telah diproses atau dicampur dengan minyak lain.

 

3. Baca Label dengan Teliti

Sahabat DAAI harus mengetahui, kalau keterangan yang menyebutkan lokasi pengemasan minyak zaitun tidak mengartikan bahwa minyak tersebut dihasilkan dari tanaman yang tumbuh di sana.

Ini karena, banyak negara yang memproduksi minyak zaitun, tetapi untuk pengemasannya dikirim ke negara lain. Untuk itu, lihatlah dengan saksama di mana minyak zaitun diproduksi.

Tidak sampai di situ, Sahabat DAAI juga harus bijak memaknai tulisan pada kemasan minyak zaitun. Pastikan bahwa minyak zaitun yang Sahabat DAAI beli bertuliskan ‘extra virgin’.

Selain itu, hindari membeli minyak zaitun yang bertuliskan olive pomace oil, light, atau pure karena hal tersebut menandakan minyak zaitun tersebut sudah dimurnikan dengan proses kimiawi.

 

4. Perhatikan Harga

Minyak zaitun yang dihasilkan dari buah mentah, tentunya memiliki minyak yang lebih berkualitas dibadingkan minyak zaitun yang dihasilkan dari buah yang matang. Ini karena kandungan polifenol zaitun yang tinggi saat kondisinya belum matang.

Namun, buah zaitun yang belum matang biasanya menghasilkan minyak yang lebih sedikit. Untuk itu, tidak heran jika minyak zaitun yang asli dan berkualitas akan dijual dengan harga yang mahal.

Itulah beberapa hal yang bisa Sahabat DAAI perhatikan, sebelum membeli minyak zaitun di supermarket atau minimarket terdekat.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: