Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi stres (Foto: Mart Production via Pexels)

Berpuasa artinya harus menahan nafsu dan bisa mengendalikan diri dengan baik. Tidak jarang, kondisi ini bisa memincu reaksi stres yang berlebihan.

Idealnya, Ramadan bisa menjadi bulan yang suci dan bisa dijalankan dengan baik. Apalagi, berpuasa tidak hanya tentang menahan lapar, tetapi juga emosi.

Kurangnya asupan nutrisi dan minuman akan mempengaruhi pengendalian diri dan emosi. Untuk itu, Sahabat DAAI diharapkan untuk lebih sabar dalam menghadapi ujian di bulan Ramadan meski perut kosong dan haus melanda.

Sebagai inspirasi, berikut adalah beberapa cara untuk membebaskan diri dari kondisi stres di bulan Ramadan.

 

Istirahat yang Cukup

Istirahat yang cukup adalah kunci agar Sahabat DAAI bisa lebih sehat dan fokus sehari-hari. Riset membuktikan, istirahat selama sekitar 6-7 jam bisa membantu menjaga kesehatan mental agar lebih stabil.

Selain itu, Sahabat DAAI juga perlu menjaga kebersihan tempat tidur di bulan suci ini. Pasalnya, tempat tidur yang kurang bersih menurunkan kualitas tidur. Akibatnya, mood bisa jadi lebih kacau.

Ada baiknya, Sahabat DAAI mulai atur jadwal istirahat ideal selama puasa. Jangan sampai Sahabat DAAI bergadang dan berujung kesiangan sahur.

 

Makan Makanan yang Bergizi

Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bergizi, khususnya saat sahur dan berbuka puasa.

Pasalnya, konsumsi makanan dan minuman ini bisa membuat Sahabat DAAI tetap tenang selama berpuasa.

Protein dan serat adalah nutrisi penting yang dapat membantu Sahabat DAAI merasa lebih kenyang selama berpuasa, sedangkan makanan yang kaya akan lemak jenuh lebih cepat dicerna, sehingga bisa membuat mudah merasa lapar.

Ada baiknya Sahabat DAAI menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh, lalu menambah konsumsi makanan yang bergizi saat sahur dan berbuka.

Sahabat DAAI juga bisa coba mengganti menu berbuka seperti kolak dan gorengan, dengan buah-buahan segar dan sayuran.

 

Melakukan Journaling

Selama berpuasa, tentunya Sahabat DAAI perlu mencari cara untuk mencurahkan perasaan dan keluh kesah tanpa menyakiti perasaan orang lain, dengan cara yang tidak membatalkan puasa.

Journaling bisa jadi kunci untuk membantu menenangkan perasaan selama berpuasa. Melalui menuliskan keluh kesah dan perasaan, Sahabat DAAI bisa meredakan emosi negatif tanpa merugikan pihak lain atau terbawa emosi di kemudian hari.

Selain itu, journaling bisa menjadi salah satu media refleksi diri agar Sahabat DAAI bisa belajar untuk lebih baik lagi dalam menjaga kesehatan mental Sahabat DAAI.

 

Manfaatkan Waktu Luang Sebaik-Baiknya

Sahabat DAAI bisa memanfaatkan waktu luang untuk melakukan aktivitas yang disenangi, atau mengeksplorasi hal-hal baru yang belum pernah Sahabat DAAI coba.

Mendalami hobi dapat membantu merasa lebih bahagia. Tidak hanya itu, Sahabat DAAI juga dapat memanfaatkan waktu menunggu berbuka puasa dengan mendalami hobi.

Misalnya dengan mewarnai, menulis, memainkan musik, video game, atau kegiatan menyenangkan lainnya.

Otak akan lebih fokus terhadap kegiatan yang sedang Sahabat DAAI jalani, sehingga waktu berpuasa akan terasa lebih cepat.

Tidak hanya itu, Sahabat DAAI juga mendapatkan hormon dopamin yang bisa membantu merasa lebih bahagia lewat hobi. Jadi, daripada melamun selama ngabuburit, Sahabat DAAI bisa melakukan banyak kegiatan yang menyenangkan.

Ramadan bukan hanya soal haus dan lapar, Sahabat DAAI juga bisa beramal dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk kebaikan diri sendiri dan sekitar.

Jika Sahabat DAAI bisa memanfaatkan waktu untuk menjaga pola hidup sehat, Sahabat DAAI juga bisa tetap bahagia selama berpuasa dan tambah semangat untuk beramal.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: