Kaligrafi Tiongkok

Dhiyauddin saat mengikuti lomba azan (Foto: kanal YouTube Hasby Official)

Dhiyauddin berhasil mewakili Indonesia dalam ajang International Qur’an and Adhan Competition yang diselenggarakan oleh program Otr Elkalam di Riyadh, Arab Saudi. Pada kompetisi tersebut, Dhiyauddin menjadi perwakilan dalam lomba azan.

Dhiyauddin merupakan seorang imam besar di Masjid Agung Meulaboh, Aceh. Setelah berhasil mewakili Indonesia pada babak final, akhirnya perjuangan Dhiyauddin membuahkan hasil.

Mengutip dari Otr Elkalam, Dhiyauddin sukses menyabet juara dua dalam lomba di kategori azan.

Atas pencapaian ini, Dhiyauddin berhasil membawa pulang hadiah sebesar SAR1 juta (sekitar Rp3,97 miliar asumsi kurs Rp3.973).

Di sisi lain, juara pertama lomba azan Otr El Kalam disabet oleh warga Arab Saudi bernama Muhammad al-Sharif. Al-Sharif mendapatkan hadiah sebesar SAR2 juta atau sekitar Rp8 miliar.

Adapun kualifikasi awal untuk kompetisi tahun ini, dimulai sejak Januari lalu. Ada lebih dari 50.000 kontestan dari 165 negara yang berpartisipasi di dalamnya.

Namun, hanya ada 50 kontestan yang bisa mencapai kualifikasi final dan berkompetisi dalam kategori Mengaji dan Azan.

Awalnya, Dhiyauddin mendaftar kompetisi ini secara online dengan mengirimkan video yang berisi dirinya sedang mengaji dan mengumandangkan azan.

Setelah terpilih menjadi peserta, Dhiyauddin mengunjungi Malaysia untuk mengikuti lomba ini.

Kemudian, ia melanjutkan perjalanannya ke Riyadh untuk mengikuti kompetisi Otr Elkalam tahun ini, setelah sebelumnya gagal mengikuti kompetisi versi pertama di Ramadan tahun lalu.

Tidak sia-sia, perjuangan Syekh Dhiyauddin untuk mewakili Indonesia pada kompetisi ini pun membuahkan hasil.

Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan Dhiyauddin berhasil membuat juri terpukau dengan kemampuannya dalam mengumandangkan azan.

Dhiyauddin diketahui berkompetisi dengan mitranya dari Afghanistan, Ghayath Al-Hashemi, pada lomba Azan.

Dhiyauddin sempat meyakinkan para juri terkait bakat dan penguasaan vokalnya yang sempurna. Alhasil, dia mendapat suara terbanyak dan berhasil lolos ke tahap selanjutnya.

Sebagai informasi, Otoritas Hiburan Umum (GEA) Riyadh meluncurkan kompetisi Otr Elkalam edisi kedua, setelah mendulang sukses besar dari edisi pertama kompetisi ini.

Program tersebut, hadir untuk memberikan pengalaman Islam yang kaya kepada dunia dengan menyoroti keragaman budaya dunia Islam yang tecermin dalam gaya dan cara membaca Al-Qur’an dan mengumandangkan azan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: