Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi Tzu Chi Hospital (Foto: Instagram @tzuchihospital.ind)

Tzu Chi Hospital diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, pada Rabu (14/6) lalu. Menghadirkan sederet fasilitas lengkap, rumah sakit ini juga menerima pelayanan pasien menggunakan BPJS.

Tzu Chi Hospital merupakan rumah sakit nonprofit yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang mengedepankan profesionalisme dan berkualitas internasional, dengan sentuhan budaya humanis yang hangat dan kekeluargaan.

Tzu Chi Hospital adalah rumah sakit yang berdiri di bawah naungan Yayasan Buddha Tzu Chi Medika Indonesia.

Rumah sakit ini memegang prinsip menghargai jiwa, mengutamakan kehidupan, dan cinta kasih, serta diharapkan dapat menjadi rumah sakit rujukan ideal yang dapat menjadi contoh yang baik dalam dunia kedokteran.

 

Latar Belakang Pembangunan Tzu Chi Hospital

Tzu Chi Hospital mulai membuka layanan kesehatan untuk pasien Covid-19 pada 14 Juni 2021 saat pandemi Covid-19 sedang mencapai puncaknya, serta membuka layanan untuk pasien umum sejak 1 Oktober 2021.

Sesuai dengan program pemerintah, pendirian Tzu Chi Hospital dilatarbelakangi oleh banyaknya masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri.

Data yang ada menunjukkan, sebanyak 2 juta masyarakat Indonesia ke luar negeri untuk berobat dan mengeluarkan devisa sekitar Rp97 triliun per tahunnya.

Selain itu, Tzu Chi Hospital juga didirikan untuk mengakomodasi kebutuhan pasien dengan kategori masyarakat berpenghasilan rendah yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.

Demi mendukung hal ini, saat ini Tzu Chi Hospital menerima pelayanan dengan penjaminan pribadi (self-paid), penjaminan asuransi, dan penjaminan BPJS dengan rujukan (untuk rawat jalan), serta kondisi darurat.

Direktur Umum Tzu Chi Hospital Suriadi menjelaskan, prinsip utama Tzu Chi Hospital, adalah memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh pasien, tanpa memperhatikan status, atau latar belakang ekonominya.

“Mengenai fasilitas, sebenarnya kita tidak ada membeda-bedakan yang membedakan cuma payer-nya aja. Kalau pasien yang datang dengan BPJS, tentu kita bantu dengan payer BPJS, pasien dengan asuransi kita akan bantu dengan asuransi, pasien self-paid kita akan bantu dengan self-paid,” kata Suriadi dikutip dalam kanal YouTube DAAI Magazine, Jumat (16/6).

Selain itu, kata Suriadi, bahkan tidak sedikit kejadian kecelakaan yang pasiennya tidak punya BPJS. Untuk mengakomodasinya, Tzu Chi Hospital akan tetap berkomitmen membantu mereka, meskipun tidak memiliki BPJS.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk hadir dan membantu masyarakat. Jadi tidak ada perbedaan,” jelas Suriadi

Jalinan kerja sama ini, membuat Tzu Chi Hospital tidak hanya dapat diakses oleh masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas, tetapi juga masyarakat ekonomi lemah.

 

Teknologi Kesehatan di Tzu Chi Hospital

Sebagai informasi, rumah sakit bertaraf internasional yang berlokasi di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, ini didukung dengan peralatan medis berteknologi tinggi.

Salah satunya, seperti Advanced 4D Cardiac MRI 3 Tesla pertama di Indonesia yang memiliki teknologi total digital imaging dengan 128 RF channel yang dapat memeriksa bagian organ yang diinginkan. Tentunya, dengan gambar yang lebih jernih dan cepat tanpa melakukan perubahan posisi pemeriksaan.

Selain itu, Tzu Chi Hospital juga menghadirkan 4D CT-Scan 512 Slices, 3D Mammografi, rehabilitasi robotik, Elekta Linac Versa HD, PET/CT dan SPEC/CT, serta kamar operasi hybrid yang dilengkapi demgan CT-Scan dan Robotic C-Arm, sehingga mempermudah jalannya operasi dan meningkatkan keselamatan pasien.

Presiden RI Joko Widodo yang datang dan meresmikan Tzu Chi Hospital, mengapresiasi keberadaan rumah sakit ini karena dinilai dapat menghemat devisa negara.

“Karena kita tahu, WNI yang berobat ke luar negeri itu hampir 1 juta orang setiap tahun dan kita kehilangan devisa karena bayarnya ke luar negeri, kita kehilangan devisa USD 11,5 miliar atau Rp170 triliun per tahun hilang gara-gara (masyarakat) berobat ke luar negeri. Sekarang stop, pergi saja ke Tzu Chi Hospital,” ujar Presiden Jokowi saat peresmian Tzu Chi Hospital, Rabu (14/6).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan, banyaknya masyarakat yang berobat ke negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang, disebabkan karena Indonesia masih sangat kurang dalam melakukan transplantasi sumsum tulang.

“Malah kalau saya lihat datanya dengan Vietnam dan Bangladesh, (Indonesia) saja kalah. Itu yang harus saya dorong supaya kita bisa bersaing,” kata Budi.

 

Layanan Kesehatan Tzu Chi Hospital

Salah satu keunggulan Tzu Chi Hospital, adalah Layanan Transplatasi Sumsum Tulang yang rencananya mulai dibuka bulan Juli 2023. Demi mendukung layanan tersebut, saat ini sejumlah dokter spesialis dan perawat yang berpengalaman dengan proses transplantasi sumsum tulang, juga sudah bergabung dengan Tzu Chi Hospital.

Selain menghadirkan layanan transplantasi sumsum tulang, Tzu Chi Hospital juga memiliki empat layanan unggulan lainnya.

Di antaranya adalah Perawatan Paliatif, Penanganan Kanker, Bedah Saraf, serta Perawatan Ibu & Anak untuk mengakomodasi kebutuhan seluruh masyarakat umum.

Melalui sejumlah fasilitas kesehatan ini, Tzu Chi Hospital diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam melaksanakan transformasi kesehatan dan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan di dalam negeri.

Harapannya, ini dapat mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan mendorong berkurangnya minat masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri, sehingga potensi kerugian devisa negara dapat diminimalkan.

Di dalam upaya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan bagi pasien dan keluarga, Tzu Chi Hospital menyediakan konsep pelayanan one stop service. Melalui konsep tersebut, diharapkan pasien dapat dilayani semaksimal mungkin di satu tempat. Mulai dari pendaftaran, konsultasi dokter, pembayaran, hingga pengambilan obat.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: