Kaligrafi Tiongkok

Tinta Pemilu 2024 terbuat dari gambir | Foto: Canva

Ada yang berbeda dari gelaran Pemilu 2024 kali ini. Pasalnya tinta yang digunakan di jari lebih cepat hilang dibandingkan tinta yang digunakan di pemilu sebelumnya, apa rahasianya?

Pada 14 Februari 2024 lalu, Indonesia melakukan pemilihan umum (pemilu) untuk menentukan calon presiden dan wakil presiden. Ketika seseorang telah menggunakan hak suaranya, ia akan memberikan tanda bukti dengan mencelupkan jari ke dalam tinta.

Tinta pemilu yang digunakan memiliki keunikan karena tidak mudah dihilangkan dengan alat pembersih. Beberapa masyarakat memerlukan waktu yang lebih lama untuk menghilangkan tinta pemilu. 

Namun, berbeda dengan tahun ini karena tinta pemilu yang digunakan ternyata bisa lebih cepat hilang.

Ternyata, tinta pemilu yang digunakan saat Pemilu 2024 terbuat dari bahan alami. Ini merupakan inovasi baru dari dosen Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatra Barat.

Saat pemilu kemarin, tinta yang digunakan di sebagian besar tempat adalah hasil inovasi baru dari Unand dan PT Kudi Indonesia Jaya (KIJ) yang sudah memenangkan tender konsolidasi dalam Pemilu 2024.

Namun, apa yang membuat tinta pemilu ini menjadi lebih cepat hilang?

 

Terbuat dari  Daun Gambir

Tinta yang digunakan di sebagian besar tempat, ternyata terbuat dari daun gambir. Inovasi ini dihasilkan oleh seorang peneliti di fakultas Farmasi Unand bernama Prof. Amri Bakhtiar. 

Penggunaan daun gambir dalam tinta  bertujuan agar tinta tetap aman di kulit meski dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, tinta dari daun gambir sudah dipastikan halal dan ramah lingkungan.

Amir menjelaskan, daun gambir ternyata memiliki senyawa bernama polifenol, katekin (bentuk monomer), dan tanin (bentuk polimer) yang menyebabkan adanya reaksi dengan garam-garam besi, sehingga menimbulkan warna hijau kehitaman.

Tinta pemilu ini sudah terbukti aman dan telah teruji oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Di sisi lain, tinta ini juga dimanfaatkan untuk tinta printer dan foto copy.

Faktanya, 6 dari 10 zona Tempat Pemungutan Suara (TPS) menggunakan hasil inovasi tinta yang terbuat dari bahan daun gambir. Penggunaan inovasi tinta ini untuk Pemilu 2024, sebanyak 981.310 botol tinta.

“Kalau saya tidak salah, kita kirimkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebanyak 2,3 ton,” ucap Amir dikutip dari tayangan YouTube UNAND Official, Kamis (15/2/2024).

 

Sudah Digunakan Sejak Lama

Amri mengaku, dia merasa tertarik dengan produk-produk olahan daun gambir saat membawakan materi mengenai olahan gambir ke daerah Kapur Sembilan. 

Mulanya tahun 2000-an, ia meneliti tentang gambir bukan untuk pemilu. Penelitian ini justru dibuat dalam bidang farmasi, olahan gambir untuk obat dan kosmetik.

“Tahun 2007, ada pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan sebagainya di Unand. Kita cobakan di sana, ada saya kalau tidak salah 3 tahun lamanya BEM Unand menggunakan tinta pemilu dari (daun) gambir,” jelas Amir 

 

Tantangan Pembuatan Tinta Daun Gambir

Selain itu, inovasi ini sudah pernah dibicarakan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada beberapa pemilu lalu. Namun, inovasi ini belum bisa digunakan karena saat itu syarat tinta pemilu masih menggunakan perak nitrat (AgNO3).

Amir mengatakan, peraturan lama yang mengharuskan tinta pemilu tahan hingga tiga hari menjadi kendala dalam inovasi ini. Pasalnya, tinta daun gambir tidak dapat bertahan hingga tiga hari.

Kini, terjadi perubahan dalam peraturan tinta pemilu, yaitu tinta pemilu hanya perlu bertahan minimal 6 jam, sedangkan tinta daun gambir dapat bertahan lebih dari 6 jam.

Kita perlu melihat jenis gambir yang cocok untuk dikembangkan sebagai tinta pemilu karena gambir yang dihasilkan masyarakat itu berbagai macam, banyak ragamnya, dan kita lihat juga polifenol-nya atau taninnya tidak terlalu tinggi. Lebih baik kalau polifenol-nya lebih tinggi dibandingkan katekin-nya,” tutup Amir.

 

Pembuatan Tinta Gambir

Berdasarkan penelitian Muchtar, H. (2014) pengolahan daun gambir pada tinta pemilu mengalami proses yang cukup panjang.

Sebelum diubah menjadi cube black, daun gambir harus dihaluskan, dipanaskan dalam air mendidih, dan diaduk hingga rata. Selanjutnya, daun gambir akan melalui proses pendinginan, penyaringan, percetakan, dan pengeringan.

Berikutnya, cube black akan diberikan senyawa pengomplek, FeNO₃ atau  FeSO₄ disesuaikan dengan formula pada tinta.

Setelah itu, tinta siap dikemas dan didistribusikan ke berbagai wilayah.



Penulis: Kerin Chang

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: