Interceptor Barricade di Guatemala (Foto: theoceancleanup.com)
Organisasi Nirlaba Internasional The Ocean Cleanup menciptakan pagar penangkap sampah bernama Interceptor Barricade untuk mencegah limbah masuk ke laut.
The Ocean Cleanup memasang pagar Interceptor Barricade seri Interceptor 006 untuk mengatasi masalah sampah di Sungai Rio Las Vacas, Guatemala.
Mengusung misi untuk membersihkan lautan dari plastik, The Ocean Cleanup telah mengumpulkan jutaan kg sampah plastik di sungai tersebut.
Mengutip dari Super Innovators, per 12 Juli 2023 sudah ada lebih dari 1 juta kg sampah, atau setara dengan lebih dari 1.000 truk sampah telah diambil dari Sungai Rio Las Vacas sejak akhir bulan April.
Interceptor 006 dipasang di Rio Las Vacas sebagai solusi dari The Ocean Cleanup untuk menghadapi tsunami sampah tahunan yang mengalir dari sungai tersebut ke Laut Karibia.
Masalah ini, sebagian besar berasal dari Sungai Rio Las Vacas yang merupakan anak sungai dari Rio Motagua. Pasalnya, Sungai Rio Las Vacas dikangkangi oleh tempat pembuangan sampah perkotaan di utara Kota Guatemala, serta menjadi tempat pembuangan limbah tanpa izin.

Untuk itu, The Ocean Cleanup memasang pagar rantai yang membentang di Sungai Rio Las Vacas. Pagar tersebut, menjadi semacam bendungan yang bisa menghentikan sampah sebelum mencapai batang sungai.
Meski belum sepenuhnya beroperasi, pagar ini bisa menjadi kunci untuk mencegat plastik. Meski demikian, pemerintah setempat tetap perlu mengolah limbah dengan tepat sebagai solusi pengelolaan sampah jangka panjang.
“Jika kita bisa menghentikan (sampah plastik) di sini, ini akan menjadi upaya yang sukses besar untuk mencegah sampah mencapai lautan,” ujar Pendiri dan CEO The Ocean Cleanup Boyan Slat dikutip dalam keterangannya, Rabu (23/8).
Slat dan timnya terus berjuang melawan waktu untuk menjebak sampah di sungai yang diperkirakan berjumlah sekitar 20.000 ton per tahun agar tidak mencapai laut.
Sampai saat ini, The Ocean Cleanup telah memasang 11 pagar Interceptor 006 di berbagai sungai di seluruh dunia.

Di sisi lain, curah hujan yang belakangan ini berkurang di Guatemala, membuat pagar Interceptor Barricade belum bekerja secara maksimal untuk menghadapi banjir ekstrem seperti yang terjadi pada tahun 2022 lalu.
Sejalan dengan hal tersebut, The Ocean Cleanup terus mengoptimalkan sistem ini untuk mengantisipasi hujan lebat musiman tersebut.
Ini juga sekaligus menjadi kesempatan untuk menguji ketahanan sistem Interceptor 006 terhadap tsunami sampah yang membanjiri Sungai Rio Las Vacas setiap tahunnya.
“Kami gembira dengan awal positif yang dibuat Interceptor 006. Ada lebih dari 1.000 truk berisi sampah telah diangkut dan dicegah untuk mencapai Laut Karibia,” tutup Slat.

Slat melanjutkan, saat ini pihaknya tengah menunggu tantangan yang sesungguhnya, yakni banjir besar dan tsunami sampah yang membawa ratusan ton plastik hanya dalam beberapa jam saja.
Slat berharap, pihaknya dapat menciptakan solusi yang sesuai dan mengakhiri banjir sampah plastik ke Laut Karibia.
Interceptor 006 dikerahkan dan dioperasikan melalui kerja sama yang erat antara Pemerintah Kota Guatemala dan Kementerian Lingkungan Hidup Guatemala (MARN), sebagai bagian dari rencana aksi pemerintah yang lebih luas untuk mengatasi permasalahan lingkungan di wilayah tersebut.
Interceptor 006 diharapkan menjadi solusi utama untuk mengurangi polusi plastik di sungai dan mencegahnya mencapai lautan.

Sebagai informasi, pagar Interceptor Barricade adalah sistem khusus yang terdiri atas dua alat berat floating boom yang dipasang pada 144 meter kubik beton ke tepi sungai.
Boom diposisikan agak miring ke arah arus air yang masuk. Selanjutnya, sistem tersebut dirancang untuk menangkap plastik, sekaligus menahan tekanan banjir.
Saat ribuan ton limbah hanyut ke sungai selama banjir, Interceptor Barricade akan menangkap sampah yang mengapung sambil membiarkan aliran air mengalir di bawahnya. Plastik yang ditangkap, akan diekstraksi dengan ekskavator dan disortir, serta dikelola oleh mitra lokal.

