Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma (Foto: Yayasan Buddha Tzu Chi)
Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Global Forum 2023 resmi digelar pertama kalinya di Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada 16-17 Juni 2023.
Di dalam penyelenggaraan forum internasional pertama dari TIMA Indonesia, Yayasan Buddha Tzu Chi melalui TIMA Indonesia ingin terus mendukung Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) bagi komunitas medis dan paramedis di Indonesia.
Berbagai topik yang akan dibagikan dalam acara ini, meliputi kemajuan medis untuk perawatan paliatif, kemajuan prosedur transplantasi sumsum tulang, dan berbagai perkembangan inovatif yang menerapkan teknologi di bidang medis.
Adapun TIMA Global Forum 2023 mengangkat tema Exploring The Unseen Journey of Love & Care. Pelayanan kesehatan berbasis budaya humanis, menjadi salah satu gagasan penting dalam forum tersebut.

Demi mendukung acara tersebut, rombongan relawan TIMA dari berbagai negara mulai datang ke Indonesia sejak Kamis (15/6) lalu.
Kedatangan relawan TIMA Internasional ini disambut dengan hangat oleh para relawan Tzu Chi Indonesia.
Pada hari pertama tiba di Indonesia, para relawan TIMA Internasional mengunjungi Tzu Chi Hospital untuk melihat secara langsung fasilitas dan keunggulan yang ada di rumah sakit ini.
Antusiasme relawan TIMA Internasional, terlihat dari semangat mereka saat mengunjungi Tzu Chi Hospital.
Misalnya, seperti yang dilakukan Relawan TIMA dari Beijing Ming-Hui Zhang, ia terlihat mendokumentasikan setiap kunjungan dari satu klaster ke klaster lainnya.
“Saya (baru) pertama kali ke Indonesia dan ketiga kali ikut forum TIMA. Melihat TIMA ke Jakarta ini merupakan kekuatan yang terhimpun dari misi kesehatan Tzu Chi. RS baru dibangun dan dilengkapi dengan peralatan medis yang canggih, serta memberikan pelayanan yang humanis, seperti kata Master Cheng Yen yang menganggap pasien bagai keluarga,” ujar Zhang kepada DAAI TV, dikutip Jumat (16/6).
Setelah melakukan kunjungan ke area Tzu Chi Center dan Tzu Chi Hospital, para relawan berkumpul untuk menikmati makan malam bersama.
Tentunya, kelancaran kegiatan ini tak lepas dari sumbangsih relawan Tzu Chi yang telah lama mempersiapkan setiap detail dari kegiatan ini.

Alwin selaku Relawan Tzu Chi Indonesia menjelaskan, konferensi TIMA ini sudah disiapkan dengan matang sejak enam bulan sebelumnya. Mulai dari tema hingga materi yang akan dibawakan.
“Untuk tim penyambutan ini kami karena sudah melakukannya, kira-kira satu bulan lalu kami sudah mulai siap-siap. Setelah acara Waisak,” kata Alwin.
Alwin berharap, penyelenggaraan konferensi ini dapat memberikan banyak manfaat dan ilmu baru bagi seluruh peserta.
“Tahun ini dengan tema Exploring The Unseen Journey of Love & Care, kami memberikan humanis dan kemajuan teknologi di ilmiah,” tutup Alwin.
Sebagai informasi, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia pertama kali mendirikan TIMA Indonesia pada 10 November 2002 yang diketuai oleh Budiono dan wakil Hengky Ardono, dengan total jumlah anggota 34 orang.
Saat itu, TIMA Indonesia didirikan untuk mengakomodasi kebutuhan bakti sosial kesehatan di Indonesia. Sampai saat ini, TIMA Indonesia telah mengadakan 137 baksos kesehatan besar dan 566 baksos kesehatan kecil, dengan jumlah anggota TIMA Indonesia mencapai 1.571 anggota.
TIMA Indonesia pun telah berhasil menangani sebanyak 287.483 pasien dalam bakti sosial kesehatan tersebut.
Tidak hanya itu, TIMA Indonesia juga berhasil menjadi Non-Govermental Organization (NGO) pertama yang menjangkau pelayanan kesehatan di wilayah Papua, dengan memberikan pengobatan katarak melalui baksos kesehatan.

