Kaligrafi Tiongkok

Pengacara tuli Sarah Sunny (Foto: BBC)

Sarah Sunny menjadi pengacara tuli pertama di India yang memiliki izin praktik. Baru-baru ini, Sunny berhasil mewujudkan mimpinya untuk tampil di sidang Mahkamah Agung (MA).

MA India sudah mulai mengizinkan proses persidangan perkara diterjemahkan melalui bahasa isyarat, bagi para pengacara yang mengalami gangguan pendengaran.

Sarah Sunny menjadi advokat tuna rungu yang beruntung untuk memperdebatkan sebuah kasus terkait hak-hak penyandang disabilitas secara virtual, dengan bantuan penerjemah bahasa isyarat, Saurav Roychowdhury.

Saat itu, dunia pengadilan yang bising diterjemahkan secara diam-diam melalui bahasa isyarat untuk Sunny yang sangat bersemangat.

Mengutip dari India Today, bagi Sunny tampil di sidang MA adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Jaksa Agung Tushar Mehta juga mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh penerjemah dan mengatakan bahwa hal tersebut merupakan langkah yang baik.

Advocate on Record (AoR) Sanchita Ain mengatakan, “Sarah adalah seorang gadis yang berbakat dan dia ingin mengejar mimpinya. Saya hanya mendukungnya dengan cara apa pun yang saya bisa. Saya selalu merasa bahwa India seharusnya memiliki infrastruktur semacam ini yang dikembangkan untuk orang-orang tuli.”

Ain melanjutkan, bahwa mempekerjakan seorang juru bahasa bukanlah hal yang mudah dan hemat biaya di India.

“Hari ini, Sarah hadir di pengadilan tinggi Meghalaya dan ia sangat senang karena ia dapat menghadiri persidangan, meskipun secara virtual,” jelas Ain.

“Melalui bantuan juru bahasa, saya dapat belajar bagaimana berargumen dengan percaya diri,” kata Sunny.

Ain menjelaskan, 2 orang juru bahasa dibutuhkan untuk menginterpretasikan proses pengadilan karena seorang juru bahasa hanya dapat menjelaskan berbagai hal melalui isyarat selama 1 jam. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa seorang penerjemah mengenakan biaya sekitar Rs1.000 (atau Rp188.499) untuk 1 jam.

Menurut Sunny, ini merupakan pengalaman yang berharga bagi dirinya. Sunny mengaku, dirinya memiliki keinginan besar untuk tampil dalam sebuah kasus di pengadilan tertinggi di India yang tidak pernah ia duga akan terjadi secepat ini.

“(Apalagi) hal ini pun terjadi di hadapan Ketua MA India yang terhormat. Hal ini memberi saya lebih banyak kepercayaan diri dan keberanian. Saya ingin menjadi panutan bagi orang lain yang berkebutuhan khusus,” tutup Sunny.

Sarah mengatakan bahwa ia sangat tertarik untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai hukum konstitusional, hukum disabilitas, dan hukum hak asasi manusia.

Ini bertujuan agar Sunny dapat membantu orang-orang dengan kemampuan khusus dalam upaya untuk mendorong lebih banyak orang memasuki bidang hukum.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: