Ilustrasi ibu hamil (Foto: freemixer via Getty Images Signature)
Tidak sedikit orang yang mengira asam sulfat dan asam folat merupakan dua senyawa yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan pada fungsi dan dampaknya bagi tubuh.
Belum lama ini, asam folat dan asam sulfat menjadi sorotan publik karena dinilai aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.
Padahal, salah satu senyawa tersebut ada yang digunakan khusus di laboratorium dan malah berbahaya bagi tubuh. Lalu, apa perbedaannya?
- Asam Sulfat (Sulfuric Acid)
Asam sulfat (H2SO4) adalah senyawa kimia berbahaya berupa asam mineral (anorganik) yang kuat.
Senyawa ini terdiri atas belerang, oksigen, dan hidrogen. Asam sulfat kerap digunakan untuk pemrosesan bijih mineral, pembuatan pupuk, sintetis kimia, pemrosesan air limbah, dan pengilangan minyak.
Asam sulfat terbentuk secara alami melalui oksidasi mineral sulfida, misalnya besi sulfida. Air yang dihasilkan dari oksidasi ini sangat asam dan disebut sebagai air asam tambang.
Air asam tersebut mampu melarutkan logam-logam yang ada dalam bijih sulfida yang akan menghasilkan uap berwarna cerah yang beracun.
Asam sulfat bersifat korosif, sehingga bisa mengiritasi jaringan dan membahayakan tubuh jika terpapar langsung pada kulit, mata, saluran pernapasan, atau saluran pencernaan.
Jika terjadi kontak langsung dengan tubuh, diperlukan pertolongan pertama untuk mengantisipasinya. Bagian tubuh yang terkena asam sulfat dapat dibasuh dengan air dengan standar 60 liter per menit yang dilaukan selama 15 menit.
Volume air ini akan cukup untuk menghilangkan bahan kimia dan mencairkannya. Pasalnya, air yang banyak bisa membantu menahan efek panas yang muncul.
- Asam Folat (Folic Acid)
Asam folat atau yang dikenal dengan vitamin B kompleks, berfungsi sebagai pembawa unit satu karbon pada berbagai reaksi metabolis.
Bisa dibilang, asam folat merupakan nutrient penting yang berperan dalam sintesis dan perbaikan DNA, sehingga sangat diperlukan selama kehamilan.
Asam folat terdapat dalam sayuran hijau, alpukat, jeruk, kacang polong, dan gandum. Konsumsi asam folat dapat mendukung pertumbuhan janin dan mencegah kelainan tabung saraf pada bayi.
Selain itu, asam folat sangat penting bagi tubuh dalam pembentukan sel darah merah dan perawatan sel. Asam folat juga dapat mencegah terjadinya gangguan jantung, stroke, dan kanker. Kandungan ini dapat membangun jaringan otot, peningkatan jumlah sel, dan pembentukan hemoglobin.
Kekurangan asam folat dalam tubuh dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, terutama pada ibu hamil dan perkembangan janin.
Seseorang yang kekurangan nutrisi asam folat bisa memiliki risiko anemia, kulit pucat, kelemahan otot, sampai penyakit kronis seperti lupus.
Di sisi lain, ibu hamil yang kekurangan asam folat bisa menyebabkan bayi mengalami masalah kognitif, bayi lahir prematur, organ tubuh bayi tidak berkembang, dan sebagainya.
Menurut Nasional Research, asupan asam folat rata-rata untuk orang dewasa sebanyak 400 μg/hari.
Sedangkan untuk wanita hamil dibutuhkan asupan asam folat yang lebih banyak yaitu 600-800 μg/hari. Apabila kebutuhan asam folat tercukupi, tubuh dapat menyimpan sekitar 5-10 mg folat dan hampir setengahnya disimpan di hati.

