Pengusaha Ali Banat. (Foto: BBC Indonesia)
Pengusaha Australia, Ali Banat, menjadi inspirasi banyak orang setelah ia menyumbangkan seluruh hartanya untuk orang-orang yang membutuhkan.
Sifatnya yang gigih dan pantang menyerah, membuat Ali menjadi pengusaha mandiri pada usia 29 tahun.
Mengutip dari Mensxp, berkat kegigihannya Ali selalu menjalani kehidupan yang mewah dan berkecukupan.
Ali bahkan mengoleksi jam tangan, mobil, dan barang-brang mewah lainnya. Maka dari itu, ia juga kerap membagikan hasil kerja kerasnya dengan keluarga dan teman.
Namun, semuanya berubah setelah Ali didiagnosis menderita kanker mulut stadium empat yang agresif dan dokter memperkirakan waktu hidupnya hanya bertahan paling lama tujuh bulan.
Setelah mendengar kabar tersebut, Ali mendedikasikan waktunya agar bisa memberikan dampak bagi kehidupan banyak orang.
Ali pun mulai menyumbangkan semua harta bendanya yang berharga, kepada orang-orang yang membutuhkan di seluruh dunia.

(Ali Banat)
Terkena Kanker
Ali menjadi banyak dikenal orang, ketika sebuah video yang menampilkan dirinya berjudul ‘Gifted With Cancer‘ viral di media sosial.
Di dalamnya, Ali berbicara tentang bagaimana kanker mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan, serta bahwa ia akhirnya dapat melihat makna dari setiap hal kecil yang Tuhan anugerahkan kepada kita.
Ketika Ali menerima diagnosis ini, ia mulai merenungkan kehidupan yang telah dijalani hingga saat itu dan memutuskan bahwa dia belum cukup berinvestasi di akhiratnya.
Tepat setelah didiagnosis, Ali mulai membagikan semua barang berharga miliknya kepada orang-orang yang membutuhkan.
“Ketika Anda mengetahui bahwa Anda sakit atau tidak memiliki banyak waktu untuk hidup, ini adalah hal terakhir yang ingin Anda kejar. Dan begitulah seharusnya kita menjalani hidup kita setiap hari,” ujar Ali
Dia percaya bahwa pada hari penghakiman, tidak ada kekayaan yang kekal dan bisa menolong di kehidupan selanjutnya.
Namun, hal yang akan tetap kekal adalah kebaikan yang dilakukan untuk orang lain dan perbedaan yang dibuat dalam kehidupan orang lain.
Membuat Yayasan Amal
Keyakinan yang dipegang Ali, menandai dimulainya yayasan amal yang ia dirikan bernama “Muslims Around The World.”
Yayasan amal ini, bertujuan untuk membangun desa untuk para janda, masjid, sekolah yang akan menampung anak-anak yatim, pusat kesehatan, serta bisnis untuk mendukung masyarakat setempat.
Yayasan ini telah mendapatkan donasi senilai lebih dari USD 1 juta dolar, atau lebih dari Rp15 miliar. Ali pun secara pribadi mengunjungi negara-negara Afrika, untuk memastikan bahwa 100% dari semua donasinya disalurkan ke proyek-proyek yang dikerjakan oleh yayasan ini.
Sejak saat itu, yayasan ini telah membantu banyak orang di sejumlah negara termasuk Togo, Ghana, dan Burkina Faso.

(Ali Banat membantu anak-anak di Afrika)
Warisan yang Ditinggalkan Ali
Pada 30 Mei 2018, Ali Banat menyerah pada penyakit kanker yang dideritanya dan meninggalkan dunia ini menuju peristirahatan terakhirnya.
Meski fisiknya telah tiada, tetapi kata-kata dan tindakannya telah menyentuh jutaan hati dan mengilhami banyak orang di seluruh dunia untuk meneruskan warisannya.
Orang-orang dari seluruh dunia juga telah berkumpul untuk menyumbangkan uang ke yayasannya dan pekerjaan baik yang ia mulai. Mereka melakukan ini, untuk memastikan bahwa warisan Ali akan tetap hidup selamanya.
Ali Banat menunjukkan kepada kita bagaimana kita dapat membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain, bahkan ketika kita merasa tidak memiliki apa-apa dalam hidup.

