Kaligrafi Tiongkok

Lukisan Jafar Labib (Foto: Instagram.com/tirem_gallery)

Pelukis Jafar Labib (42) asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berhasil mengubah limbah sampah plastik menjadi karya seni lukis bernilai jutaan.

Ide Jafar untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi lukisan dimulai sejak tahun 2016.

Awalnya, Jafar merasa miris melihat banyaknya sampah yang menumpuk di depan rumah, di selokan, sampai tempat sampah.

“Akhirnya saya berpikir bagaimana caranya sampah plastik tersebut bisa saya manfaatkan sebagai karya yang bisa saya jual dan menjadi nilai ekonomi,” ujar Jafar dikutip dalam wawancara di kanal YouTube Tribun Pantura, Jumat (7/7).

Untuk menggaet minat pasar, Jafar membuat lukisan yang menampilkan potret artis dan tokoh-tokoh penting di Indonesia.

Jafar memasarkan karyanya dalam tiga ukuran, untuk lukisan kecil berukuran 40 cm x 60 cm, lukisan sedang berukuran 60 cm x 80 cm, dan lukisan besar berukuran 100 cm x 75 cm.

Proses pembuatan lukisan ini juga tidak membutuhkan waktu yang sebentar. Jafar mengatakan, proses pengerjaan satu lukisan bisa dilakukan 5-10 hari, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan.

Adapun sampah kantong plastik yang digunakan untuk membuat lukisan ini ia dapatkan dari para pemulung disabilitas.

Awalnya, kata Jafar, dirinya bekerja sama dengan pemulung dan memberikan harga Rp1.500 untuk 1 kg sampah plastik yang ia terima.

“Namun, berhubung pemulung tersebut disabilitas, saya melihat (kondisi) ekonominya juga di rumah, akhirnya saya kasih lebih. Jadi kalau dia dapat satu karung (sampah plastik) hitungannya nggak per kilo lagi, tapi bisa langsung saya kasih Rp100.000 atau Rp150.000,” kata Jafar.

Untuk membuat lukisan berukuran kecil, Jafar bisa menghabiskan sampai 150 sampah kantong plastik, sedangkan lukisan berukuran besar bisa menghabiskan sampai 500 sampah kantong plastik.

Tidak heran jika lukisan dari sampah plastik ini dijual dengan harga yang fantastis, yakni mulai dari Rp1 juta-Rp8 juta tergantung ukuran dan tingkat kesulitan.

Proses pembuatan karya Jafar pun terbilang cukup rumit. Diawali dari pencucian limbah plastik yang diperoleh dari pemulung, dilanjutkan dengan proses pengeringan, pemotongan plastik, dan pengepangan.

Setelah itu plastik yang telah dikepang ditempel di atas sketsa yang telah digambar sebelumnya, serta disesuaikan dengan polanya. Untuk menempelkan plastik pada sketsa, Jafar menggunakan lem bakar dan alteco.

Setelah sketsa tertutup plastik, selanjutnya Jafar melakukan finishing dengan menggunakan bahan pengilap agar lukisan menjadi terlihat lebih menarik dan bisa bertahan lama.

Popularitas karya Jafar pun telah diakui banyak orang. Pada tahun 2019 lalu, Jafar sempat diundang oleh Menteri Lingkungan Hidup di Jakarta, mengikuti acara KTT G20 di Bali pada November 2022 lalu, serta menjadi peserta pameran pada acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah selain bisa menghasilkan karya, kita juga bisa berbagi bersama pemulung, kita bisa memberdayakan saudara, terus anak-anak sekolah,” tutup Jafar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: