Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi tim mahasiswa Unsoed (Foto: fapet.unsoed.ac.id)

Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menorehkan prestasi membanggakan di kompetisi internasional. Tidak hanya satu, mereka bahkan berhasil menyabet dua penghargaan.

Sejumlah mahasiswa Unsoed, Purwokerto, berhasil menyabet dua penghargaan pada ajang 22nd Malaysia Technology Expo (MTE) 2023 yang diakan di Malaysia, pada 14–19 Maret 2023 lalu.

Tim yang dikirim pada kompetisi tersebut, mengusung penelitian berjudul “HEBE Soap: Organic & Antioxidant Body Soap Made From Soybean Dregs to Utilize Tofu Waste in Kalisari Village, Banyumas, Indonesia”.

Secara garis besar, inovasi ini mendorong pemanfaatan ampas tahu sebagai bahan baku sabun organik.

Mengutip dari situs web Fakultas Peternakan Unsoed, latar belakang penelitian ini lahir dari kurangnya pemanfaatan ampas tahu oleh masyarakat, selain menjadi pakan ternak.

Ampas tahu sendiri, merupakan limbah yang berasal dari pembuatan tahu. Jika melihat dari manfaat kandungannya, ampas tahu ternyata bisa digunakan untuk membuat sabun organik yang bermanfaat sebagai antioksidan untuk kulit, khususnya dalam melindungi diri dari radikal bebas dan polusi.

Adapun tim mahasiswa yang mengusung penelitian ini terdiri atas M. Farhan Daud dan Maulana Hasbi Asshidiq (Fakultas Peternakan); Heni Fatmayanti, Egi Bachtiar, Annisa Tiara Qurrota A’yun (Fakultas Ekonomi dan Bisnis); Ria Rohayati (Fakultas Pertanian); dan Rachel Sekar Vini Utami (Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik).

Atas inovasi yang diusung, mereka berhasil mendapatkan Gold Award pada kategori Protection of Environment, Energy Water, and Sanitation, serta mendapatkan Special Award pada kategori Promising Young Entrepreneur Award.

Egi mengatakan, dalam proses penentuan pemenang, ia dan tim melalui berbagai tahapan dan seleksi penilaian selama lima bulan.

Mulai dari pembentukan tim, proses produksi, hingga perancangan proses pemasaran dan komersialisasi.

Setelah melalui seluruh tahapan seleksi, tim Unsoed pun berhasil bersaing dengan 149 tim lain yang datang dari berbagai negara di Asia dan Eropa seperti Singapura, Prancis, Arab Saudi, Cina, Hong Kong, Inggris, Iran, dan Swedia.

Menurut Egi, prestasi ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Unsoed karena tim memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan potensi ampas tahu di Desa Kalisari, Banyumas, hingga memperoleh apresiasi yang tinggi di kancah internasional.

“Untuk kendala dalam perlombaan ini, mungkin perlu adanya keberanian tinggi untuk mengikuti lomba di tingkat internasional,” ujar Egi.

Egi menambahkan, “Karena butuh persiapan yang cukup panjang supaya bisa lolos di setiap tahapan kompetisi, sebenarnya cukup melelahkan, tetapi kita tetap berusaha sampai akhir untuk hasil yang maksimal.”

Di sisi lain, Farhan yang juga anggota dari tim Unsoed mengaku dirinya sangat antusias dan semangat untuk mengikuti kompetisi tingkat internasional. Namun, memang butuh banyak persiapan dan kerja keras agar bisa ikut serta sampai lolos tahapan kompetisi.

“Selagi menjadi mahasiswa, harus berani untuk mengambil semua kesempatan yang ada. Maksimalkan potensi diri dan daerah sekitar, apalagi ternyata potensi daerah kita sangat diapresiasi di tingkat internasional,” tutup Farhan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: