Ilustrasi olahraga SpoGOMI (Foto: Web Japan)
Berangkat dari kebiasaan hidup bersih, Jepang membuat olahraga pungut sampah bernama SpoGOMI yang diciptakan pada tahun 2008 oleh perwakilan dari Social Sports Initiative, Mamitsuka Kenichi.
SpoGOMI menambahkan esensi olahraga pada kegiatan memungut sampah konvensional yang dilakukan oleh perusahaan dan organisasi. Bisa dibilang, SpoGOMI mengubah kegiatan layanan sosial konvensional menjadi kompetisi.
SpoGOMI memiliki slogan ‘Memungut sampah adalah olahraga!’ Melalui perpaduan antara olahraga dan pelayanan masyarakat, SpoGOMI mengedepankan kerja sama dalam sebuah tim untuk mencapai tujuan bersama,
Mengutip dari situs web SpoGOMI, kunci penting dalam olahraga pungut sampah ini, adalah untuk mengubah nilai para atlet dalam memungut sampah.
Terlebih, olahraga mempunyai kekuatan untuk mengubah nilai-nilai yang ada menjadi nilai-nilai positif.

Peraturan SpoGOMI
SpoGOMI merupakan olahraga yang pesertanya memanfaatkan kerja sama tim untuk memungut sampah di area yang telah ditentukan dalam batas waktu tertentu. Di dalam prosesnya, mereka akan memperebutkan poin berdasarkan jumlah dan jenis sampah yang dipungut.
Menurut peraturan internasional, tim SpoGOMI terdiri atas tiga orang dengan batas waktu 1 jam dan tambahan waktu 20 menit untuk pemilahan sampah.
Syarat Berpartisipasi
Siapa pun dapat berpartisipasi dalam babak penyisihan SpoGOMI, tanpa memandang usia atau jenis kelamin.
Salah satu daya tarik SPOGOMI, adalah siapa pun peseertanya berkesempatan untuk menang, tergantung pada kerja sama tim, strategi, dan taktik yang mereka miliki.

Kejuaraan Dunia
Awalnya SpoGOMI hanya diadakan di Jepang saja, tetapi kini SpoGOMI telah memiliki kejuaraan dunia tersendiri yang diadakan di banyak negara, termasuk Indonesia.
SpoGomi World Cup rencananya akan diselenggarakan pada November 2023 mendatang dengan peserta dari beberapa negara.
Di antaranya Jepang, Indonesia, Vietnam, Brazil, Filipina, Spanyol, Moroko, Italia, Thailand, India, Swedia, Amerika Serikat, Inggris, Malaysia, Australia, Jerman, Perancis, Pakistan, Bulgaria, dan Kanada.
Di negara tersebut, diadakan babak penyisihan yang pemenangnya akan mengikuti babak final langsung di Jepang.
Pada persiapan untuk acara ini, turnamen penyisihan dan turnamen nasional dijadwalkan akan diadakan di 47 prefektur di Jepang, di 6 negara bagian utama, dan sekitar 20 negara di luar negeri.

SpoGOMI di Indonesia
Di Indonesia sendiri, babak penentuan tim yang akan mewakili Indonesia dalam ajang olahraga ini diadakan pada 18 Maret 2023 lalu, di Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta.
Kegiatan tersebut bertajuk “SpoGOMI World Cup 2023 Indonesia Stage” yang diselenggarakan oleh Yayasan The Nippon Foundation.
Ada 31 tim yang berlomba dari berbagai kalangan. Mulai dari ibu-ibu PKK, komunitas, masyarakat sadar sampah, hingga anak-anak usia sekolah turut serta mengikuti kegiatan lomba ini.
Mereka dituntut untuk memungut sampah sebanyak-banyaknya dalam waktu satu jam, kemudian sampah dipilah sesuai kategori dan ditimbang untuk mendapatkan poin tertinggi.
Setiap tim ini terdiri atas tiga orang, bisa pria atau wanita, dewasa atau anak-anak, tetapi yang pasti mereka adalah warga negara Indonesia. Mereka diberikan peta area pemungutan, alat jepit sampah, dan kantong plastik khusus yang memiliki warna per kategori sampah untuk menampung sampah yang mereka pungut.
Setelah melalui rangkaian kegiatan Spogomi World Cup Indonesia 2023, akhirnya ditemukan siapa pemenang lomba yang akan berangkat ke Jepang mewakili Indonesia nanti. Adapun pemenangnya adalah tim “Beraksi Peduli untuk Lingkungan” (Berlian) yang beranggotakan Ibu Nuraini, Ibu Siti Haroyani dan Ibu Neneng Sofiati, warga yang ternyata aktif sebagai nasabah bank sampah di Kelurahan Lenteng Agung.
Menurut informasi yang diterima, seluruh anggotanya merupakan ibu rumah tangga dan menjadi penyetor rutin sampah kepada bank sampah untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurut pihak Yayasan The Nippon Foundation, Indonesia merupakan negara pertama yang mengadakan penyisihan untuk Spogomi World Cup bulan November nanti. Tidak heran jika acara kemarin dihadiri langsung oleh pihak Yayasan The Nippon Foundation.

