Jelajah Budaya Tionghoa Nusantara - Bagansiapiapi

Penulis : Grace Kolin

Berdasarkan sebuah deskripsi perjalanan berbahasa Belanda tahun 1884, populasi Tionghoa yang ada di Kota Bagansiapiapi tercatat tak kurang dari 1.000 jiwa. Kemudian pada 1930, angka ini bertambah hingga 11.998 jiwa menurut data sensus penduduk. Pertumbuhan populasi etnis Tionghoa di Bagansiapiapi membuat kota ini juga dikenal sebagai pecinannya provinsi Riau.

Masyarakat etnis Tionghoa di Bagansiapiapi masih memegang kuat adat istiadat, tradisi dan kebudayaannya. Hal ini tercermin dalam Grup Kesenian Genderang yang masih dipertahankan hingga kini untuk melestarikan kebudayaan Tionghoa.

Tidak hanya itu, masyarakat etnis ini juga merapatkan barisan dalam Yayasan Multi Marga, yayasan yang menaungi 27 perkumpulan marga.“Di Bagansiapiapi ini Tionghoanya itu masih kuat memegang adat istiadat dan tradisi dibandingkan beberapa tempat lain di Indonesia,” ujar Bayu Made Winata selaku penulis sejarah.

Kota Bagansiapiapi dihuni delapan etnis, yaitu etnis Melayu, Jawa, Tionghoa, Minangkabau, Batak, Aceh, Nias, dan Bugis. Sebagai salah satu dari delapan etnis tersebut, keberadaan masyarakat etnis Tionghoa juga ikut menyumbang kontribusi dalam merawat toleransi di kota ini.  

Di masa lalu, etnis Tionghoa di kota ini terlibat dalam pendirian Bank Sosial, bank yang bertujuan untuk memberikan keringanan kredit garam kepada para nelayan dari berbagai latar belakang etnis. Semangat toleransi itu juga tetap terjaga hingga saat ini, salah satunya lewat keikutsertaan mereka dalam Komunitas Bagansiapiapi Tempoe Doeloe.  

Mulanya, komunitas yang didirikan Rio Almusata ini merupakan wadah untuk reuni dengan teman-temannya yang pernah tinggal di Kota Bagansiapiapi. Kemudian, tujuan komunitas ini berkembang menjadi wadah untuk bertukar pikiran sekaligus mengenang sejarah tentang Kota Bagansiapiapi tempo dulu. “Jadi toleransi disini memang sangat luar biasa karena memang kita semua cinta sama Bagansiapiapi,” Rio Almusata, founder dari komunitas ini. Saksikan episode Jelajah Budaya Tionghoa Nusantara, ‘Nyala Toleransi Bagansiapiapi’ selengkapnya hanya di DAAI+.