Tim Olimpiade Fisika Indonesia mengikuti IPhO (Foto: Tim Publikasi Puspresnas/Rayhan Parady)
Tim Olimpiade Fisika Indonesia berhasil membawa pulang sejumlah medali pada Olimpiade Fisika Internasional (International Physics Olympiad/IPhO) ke-53 di Tokyo, Jepang.
Lima siswa Indonesia yang tergabung dalam Tim Olimpiade Fisika Indonesia berhasil meraih dua medali perak, satu perunggu, dan dua Honourable Mentions pada ajang IPhO.
Kelima siswa berprestasi tersebut, adalah Savero Lukianto Chandra dari SMA Fransiskus Kota Bandar Lampung dan Fansen Candra Funata dari SMA Darma Yudha Pekanbaru yang berhasil meraih medali perak.
Kemudian, medali perunggu diraih oleh Muhammad Arif Khalfani Ismail dari SMA Fatih Bilingual School Banda Aceh.
Sementara itu, Honourable Mentions berhasil diraih oleh Muhammad Zaidan Naja dari MAN 2 Kota Malang dan Ahmad Nafi Ramadhan dari SMA Al Kahfi Kabupaten Bogor.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hendarman menjelaskan, prestasi tersebut merupakan suatu kebanggaan untuk Indonesia.
“Ini luar biasa sekali dan menjadi suatu pembangkit untuk daerah lainnya. Ada juga siswa dari Banda Aceh meraih perunggu dan merupakan siswa pertama dari Banda Aceh yang pernah meraih medali di IPhO ini,” ujar Hendarman dikutip dari situs web Kemendikbudristek, Kamis (20/7).
Hendarman berharap, pada ajang talenta internasional lainnya Indonesia bisa meraih prestasi lebih baik lagi.

“Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) juga akan mengadakan evaluasi agar kedepannya lebih baik lagi. Tentunya kami berharap agar lebih banyak medali yang diperoleh dan dari daerah yang beragam,” kata Hendarman.
Pembina IPhO dari Universitas Indonesia (UI) Syamsu Rosid mengatakan, pelaksanaan IPhO kali ini berjalan lancar dan kondusif, sehingga peserta dari seluruh dunia dapat berkumpul setelah berpisah selama tiga tahun akibat pandemi Covid-19.
“Pada pelaksanaan, alhamdulillah anak-anak kita jauh lebih baik di Tes Teori. Mudah-mudahan di IPhO tahun depan di Teheran, Iran, kita bisa mempersiapkan anak-anak jauh lebih baik lagi,” ucapnya.
Tim Indonesia di ajang IPhO tahun ini bersaing dengan 394 peserta dari 80 negara. Pada hari Selasa (11/7) Tim Indonesia mengikuti Tes Eksperimen dan pada hari Kamis (13/7) dilanjutkan dengan Tes Teori.
Salah satu siswa peraih medali perak, Savero Lukianto Chandra mengatakan, ajang IPhO tahun ini berjalan dengan sangat kompetitif.
“Saya mendapatkan pengalaman yang berharga bisa bertemu dengan peserta dari berbagai negara,” jelas Savero.
Lebih lanjut, Savero mengungkapkan bahwa medali perak yang ia raih bukan hanya dari kerja keras dirinya semata-mata saja, tetapi juga dari para pembina.
“Saya berharap melalui prestasi di IPhO ini bisa membawa saya ke masa depan yang lebih cemerlang, ” tutup Savero.
Sebagai informasi, IPhO merupakan kompetisi bergengsi tahunan bagi pelajar seluruh dunia yang berbakat di bidang fisika.
Ajang IPhO ke-53 diselenggarakan secara luring pada 10-17 Juli dengan tuan rumah Tokyo, Jepang. Setelah tiga tahun berturut-turut dilaksanakan secara daring, akhirnya IPhO dapat diadakan secara luring pada tahun ini.

