Kaligrafi Tiongkok

Jangan Anggap Sepele, Ini Penyebab Hipotermia yang Sering Diabaikan | Foto: Canva

Baru-baru ini, beredar video di media sosial sekumpulan teman yang sedang menolong temannya yang mengalami hipotermia saat mendaki gunung.

Hipotermia adalah sebuah kondisi ketika tubuh mengalami penurunan suhu secara drastis yang berpotensi berbahaya. Umumnya, kondisi ini terjadi ketika seseorang berada di lingkungan dengan suhu dingin dalam jangka waktu yang lama.

Mengutip halodoc, hipotermia terjadi ketika suhu tubuh berada di bawah 35 derajat celcius. Saat seseorang mengalami hipotermia, fungsi jantung, organ tubuh, dan sistem saraf tidak dapat berfungsi dengan baik.

Hipotermia yang tidak segera mendapatkan penanganan medis bisa berujung dengan kegagalan jantung dan sistem pernapasan.

 

Faktor Penyebab Hipotermia

Melansir dari Siloam Hospitals, beberapa hal mampu menyebabkan hipotermia. 

  1. Memakai pakaian yang basah di cuaca dingin terlalu lama;
  2. Penggunaan air conditioner (AC) secara berlebihan;
  3. Berada di lingkungan dengan suhu yang dingin terlalu lama;
  4. Jatuh atau berada di air dingin terlalu lama; dan
  5. Mengalami infeksi dan terpapar zat beracun.

Di sisi lain, terdapat beberapa faktor risiko mampu meningkatkan kelompok tertentu lebih rentan terkena hipotermia.

  1. Seseorang yang tinggal di daerah dengan suhu rendah
  2. Seseorang yang memiliki penyakit tertentu. Misalnya, seseorang terkena stroke, penyakit parkinson, sepsis, dan diabetes.
  3. Usia. Biasanya, untuk usia rentan seperti bayi dan lansia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena hipotermia karena kemampuan untuk mengontrol suhu tubuh kurang baik.
  4. Mengonsumsi obat tertentu. Biasanya, beberapa obat seperti anti depresan, sedatif, dan antipsikotik bisa memengaruhi tubuh mengalami gangguan saat mengendalikan suhu tubuh.
  5. Seseorang yang menggunakan narkoba dan pecandu alkohol. Hal ini mampu menyebabkan gangguan kemampuan tubuh saat menanggapi rasa dingin.

 

Gejala Hipotermia

Mengutip dari alodokter, gejala hipotermia dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu ringan, sedang, dan berat.

Pada gejala ringan, biasanya seseorang akan mengalami perubahan kulit (pucat), merasa mati rasa pada tangan atau kaki, jantung berdebar, tubuh menggigil, kelelahan, respon tubuh mulai lebih lambat. Suhu tubuh berkisar 35-32 derajat celcius

Kemudian, gejala sedang mulai ditandai jantung terus berdebar, napas mulai melambat, kesulitan bicara, kulit mulai membiru, penurunan kesadaran, dan tekanan darah mulai menurun. Biasanya suhu tubuh berkisar 32-28 derajat celcius.

Terakhir, gejala berat ditandai dengan kehilangan kesadaran, tekanan darah rendah, otot kaku, terdapat cairan di bagian paru-paru, pupil mata tidak merespon, koma, bahkan berujung kematian. Biasanya, suhu tubuh berkisar di bawah 28 derajat celcius.

 

Penanganan Hipotermia

Melansir dari klikdokter, penanganan medis harus segera dilakukan. Namun, ada beberapa pertolongan yang bisa dilakukan ketika seseorang mengalami hipotermia.

  1. Segera lepaskan pakaian pengidap yang basah, seperti topi, sepatu, sarung tangan.
  2. Berikan selimut atau pakaian yang kering dan hangat. Bila perlu lakukan ini berlapis-lapis.
  3. Segera pindahkan pengidap ke tempat yang lebih hangat
  4. Jika pengidap sudah sadar berikan air hangat. Jangan memberikan minuman saat pengidap sedang tidak sadar karena bisa berisiko tersedak.

 

Penulis: Kerin Chang

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: