Fenomena orang yang cenderung marah saat lapar.

Sumber Gambar : Canva Pro

Penulis : Grace Kolin

Perut yang lapar tidak hanya dapat menyebabkan badan terasa lemas, namun juga dapat memengaruhi perilaku seseorang untuk menjadi lebih emosional. Contoh perilaku emosional yang umum terjadi saat lapar adalah mudah marah. Melansir dari klikdokter.com, fenomena ini disebut dengan hangry, yaitu gabungan dari kata hungry (lapar) dan angry (marah).

Laman tersebut menerangkan bahwa para peneliti telah mendokumentasikan fenomena hangry dalam sebuah hubungan antara manusia. Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Negeri Ohio, di Amerika Serikat menemukan bahwa semakin rendah kadar gula darah partisipan, maka semakin galak dan lebih agresif pula ia terhadap pasangannya.

Perilaku seseorang saat perutnya kosong juga bisa jadi berbeda. Namun, satu hal yang pasti, semakin rendah kadar gula darah, maka seseorang akan semakin hangry. Hal ini merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk mendapatkan makanan sesegera mungkin.

Mengutip dari laman hellosehat.com, fenomena hangry juga merupakan alarm alami dari tubuh yang menandakan waktunya untuk makan. Hal ini dikarenakan, jumlah nutrisi glukosa akan perlahan turun sejak seseorang terakhir kali makan.

Ketika otak tidak menerima cukup aliran darah bernutrisi, maka otak akan menganggap situasi tersebut sebagai situasi yang mengancam jiwa. Berbeda dengan organ tubuh lain yang masih bisa menggunakan sumber energi lain agar tetap berfungsi, otak sangat bergantung pada glukosa agar tetap bisa bekerja.

Menurut laman health.clevelandclinic.org, ketika kadar glukosa dalam tubuh terlalu rendah, otak akan mengirim sinyal ke tubuh untuk melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol ke dalam aliran darah untuk menyeimbangkan kembali kadar glukosa yang hilang. “Pelepasan kortisol dapat mendorong perilaku agresi pada sebagian orang,” ujar ahli gastroenterologi, Christine Lee, MD dalam laman tersebut.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber