Kaligrafi Tiongkok

Lorenzo Gabriel de Lima Brito, salah satu anak penerima rambut palsu. (Foto: Arsip pribadi/Luciana Rafaela de Lima)

Pemilik tempat pangkas rambut di São José dos Campos, Brasil, Francisco Oliveira (30) memberikan rambut prostetik secara gratis untuk anak-anak penyintas kecelakaan.

Rambut prostetik adalah wig (rambut palsu) yang dibuat dan dirancang khusus untuk pasien yang kehilangan rambut, akibat kondisi medis atau kecelakaan.

Mengutip dari BBC, belakangan ini tempat pangkas rambut Oliveira mulai populer di media sosial. Popularitas ini didulang sejak video-video yang menampilkan para pria botak menerima rambut palsu di tempat pangkas rambut Oliveira, viral di media sosial.

Di dalam konten yang diunggah di TikTok dan Instagram, Oliveira memberikan rambut palsu dan menyelesaikan tampilannya dengan potongan rambut modern, sehingga terlihat lebih alami.

Melalui popularitas video tersebut di dunia maya, warganet yang menyukai karya Oliveira mulai mengiriminya video tentang kisah João. Ia adalah seorang anak laki-laki yang sebagian tubuhnya terbakar dalam insiden kebakaran di rumahnya, ketika João masih berusia dua setengah tahun.

Juliana Cerqueira, ibu João, mengatakan bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh lilin yang ada di rumah mereka di Taboão da Serra, São Paulo.

“Saya kehilangan dua anak perempuan saya dalam kecelakaan itu dan João mengalami koma. Secara total, dia menjalani 18 kali operasi, dan untungnya dia pulih dengan baik. Hari ini dia berusia sembilan tahun,” ujar Cerqueira dikutip dalam keterangannya, Rabu (20/3).

(João di sebelah Oliveira, sebelum dan sesudah menerima rambut palsu)

 

Menciptakan Proyek Amal

Mendengar kisah tersebut, Oliveira pun tergerak untuk membantu João mendapatkan rambutnya kembali. Oliveira menjelaskan, João tidak memiliki rambut di bagian atas atau samping karena luka bakar.

“Ini adalah tantangan yang signifikan untuk mengaplikasikan rambut palsu dalam situasi ini, tetapi kami berhasil menciptakan tampilan yang alami untuk João, dan dia sangat senang,” kata Oliveira.

Namun, sayangnya kulit João tidak dapat beradaptasi dengan rambut prostesis.

“Dia memiliki bintik di kepalanya yang akhirnya meradang, dan kami pikir lebih baik tidak menggunakannya lagi,” jelas ibunya.

Meski demikian, kunjungan João membuka jalan baik bagi anak-anak lain. Oliveira mengatakan, video yang ia unggah tentang João yang sedang bersenang-senang di tempat pangkas rambutnya menjadi viral.

Tak butuh waktu lama, Oliveira mendapat lebih banyak permintaan dari ibu-ibu lain yang anak-anaknya menghadapi situasi yang sama dengan João.

“Pengalaman dengan João mengubah segalanya,” ungkap Oliveira.

Mulai dari sana, Oliveira menciptakan sebuah proyek amal untuk membantu anak-anak yang mengalami kecelakaan, luka bakar, atau situasi lain yang menyebabkan kerontokan rambut. Termasuk kasus-kasus kelahiran dengan kelainan bentuk kulit kepala.

Proyek yang diberi nama ‘João Taboão’ ini, dimulai dengan merawat tiga anak dalam sebulan. Kemudian, Oliveira bersama timnya meluncurkan kampanye urun dana yang memungkinkan orang-orang dari seluruh Brasil untuk berkontribusi, sehingga memperluas jumlah penerima manfaat.

Sampai saat ini, setidaknya sudah ada 23 anak yang telah menerima bantuan Oliveira.

 

Kesempatan bagi Anak-anak Lain

Sama seperti João, Lorenzo adalah anak penyintas kebakaran yang terjadi di rumahnya di São José do Egito, Pernambuco, Brasil.

Pada saat itu, Lorenzo yang baru berusia tiga bulan bahkan harus melakukan perjalanan ke ibu kota untuk mendapatkan perawatan.

Lorenzo menghabiskan dua bulan di rumah sakit dan pulih dengan baik, tetapi ia harus kehilangan tiga jari di tangan kirinya, serta sebagian jaringan di wajah dan kepalanya yang direkonstruksi dengan cangkok kulit.

“Ketika dokter mengatakan bahwa Lorenzo tidak akan memiliki rambut lagi, saya merasa sedih. Saya membayangkan bagaimana jadinya jika ia sudah besar nanti,” kata Luciana Rafaela de Lima, ibu Lorenzo.

Melalui video João, Luciana kemudian mengetahui tentang kemungkinan penggunaan rambut palsu.

“Saya pikir saya harus mengumpulkan banyak uang untuk mendapatkannya, tetapi saya menghubungi dan mengetahui bahwa proyek ini gratis. Kemudian, dengan bantuan keluarga dan suami saya, kami pergi ke São Paulo pada bulan April tahun ini, lebih dari 3.000 kilometer dari rumah,” kisah Luciana.

Setelah melihat Lorenzo dengan rambut barunya, Luciana menjadi emosional hingga hampir menangis.

“Sangat indah melihat reaksinya sehingga saya menangis. Dia menatap saya sambil tersenyum, dia tampak terharu seperti orang dewasa meskipun usianya baru dua tahun, saya bahkan tidak bisa menjelaskan keajaiban saat itu,” ungkap Luciana.

 

Cara Kerja Rambut Prostetik

Oliveira menjelaskan, bahwa prostetik yang ia gunakan terbuat dari jenis silikon yang sangat tipis, dengan alas yang berasal dari helaian rambut manusia.

Potongan-potongan rambut tersebut, kata Oliveira, diimpor langsung dari Cina.

“Di sinilah kami menemukan bahan terbaik yang memberikan tampilan yang sangat alami, mirip dengan rambut manusia. Anak-anak yang kami layani memiliki kemampuan luar biasa untuk beradaptasi dan menerima penampilan baru mereka secara alami, dan ini sangat menginspirasi,” ungkap Oliveira.

Di dalam praktiknya, para profesional ini menggunakan pita perekat dua sisi untuk menempelkan prostesis ke kulit kepala.

Setelah sekitar 15 hari, daya rekat pita mulai berkurang, dan penerima rambut prostetik perlu menjadwalkan perawatan untuk melepas prostesis, membersihkannya, dan memasang pita perekat baru.

“Bagi mereka yang tinggal jauh dari tempat pangkas rambut, kami mengajari anak-anak dan ibu mereka cara melakukan perawatan di rumah. Kami memberi mereka sebuah paket yang berisi pita perekat, penghilang minyak, produk pelembap rambut, dan video tutorial. Hal ini sangat penting, karena anak-anak yang dilayani oleh proyek ini berasal dari berbagai daerah di Brasil,” jelas Oliveira.

Tim Oliveira sendiri terdiri atas enam orang, termasuk empat tukang cukur yang mengaplikasikan rambut palsu pria.

“Seiring dengan berkembangnya perusahaan, saya mulai bertanya-tanya apakah ada tujuan yang lebih besar dari pekerjaan kami. Proyek ini pun muncul untuk menjawab pertanyaan itu. Melayani anak-anak ini telah menjadi misi bagi kami, dan kami menyadari bahwa kami dapat membuat perbedaan dalam hidup mereka. Ini adalah cara untuk membalas berkat yang telah kami dapatkan di perusahaan kami. Kami berterima kasih atas kesempatan untuk membantu orang lain,” tutur Oliveira.

Kini Oliveira dan timnya dapat melayani lebih banyak anak dan proyek ini tidak membebankan biaya sepeser pun bagi penerimanya. Anak-anak dari negara bagian lain, bahkan dapat terbantu karena Oliveira juga menanggung tiket pesawat dan biaya lainnya.

(Lucas sebelum dan sesudah menerima rambut palsu)

 

Penampilan Baru untuk Lucas

Lucas yang kini berusia 7 tahun, adalah salah satu anak yang menerima bantuan dalam beberapa bulan terakhir.

Ibu Lucas, Marcielle Martins (30) mengatakan bahwa anak laki-laki tersebut kehilangan sebagian kulit kepalanya, dalam sebuah kecelakaan serius di jalan di luar rumah mereka di Corumbá, Mato Grosso do Sul, Brasil.

“Lucas berusia dua setengah tahun ketika kecelakaan itu terjadi. Suami saya pergi untuk mengambil kunci truk yang akan dipinjamkan kepada seorang teman. Dia melihat ada kebocoran di bawah truk dan turun untuk melihatnya. Pada saat itu, ketika mereka menyeberang jalan, tetangga saya berada di dalam mobilnya, berdiri diam, mengutak-atik ponselnya. Dia menyalakan mobilnya dan tidak melihat Lucas yang menyeberang, akhirnya Lucas terseret dari pintu rumah kami ke pintu rumah tetangga,” kisah Martins.

Martins menjelaskan, Lucas mengalami luka serius di sisi kanannya, kehilangan sebagian telinga dan kulit kepalanya, serta trauma kepala dengan hilangnya massa otak.

Lucas pun dibawa ke Campo Grande untuk menjalani operasi ekstensif. Terlepas dari ekspektasi awal para dokter, ibu Lucas mengatakan bahwa ia mengejutkan semua orang dengan kesembuhannya.

Martins mengatakan, “Mereka memberinya prognosis yang sangat buruk, tetapi sekarang, pada usia enam tahun, dia adalah anak yang sehat dan cerdas.”

Martins melanjutkan, pencarian rambut palsu dimulai baru-baru ini, ketika Lucas merasa sedih karena mendengar dari teman-teman sekolahnya yang memgatakan bahwa dia “botak dan jelek”.

Untuk membuat Lucas lebih percaya diri, akhirnya Martins pergi ke São Paulo untuk bertemu Oliveira. Setelah mendapatkan rambut baru, Lucas mengatakan bahwa ia menyukai rambut barunya dan merasa cantik dengan penampilan barunya.

Marcielle menambahkan, “Sangat menyenangkan melihat Lucas begitu berbeda tiga tahun setelah kecelakaan dan melihat betapa bahagianya dia dengan hasil rambutnya.”

Oliveira mengatakan bahwa anak-anak biasanya langsung tersenyum ketika dia menunjukkan hasil prostesisnya.

“Banyak anak laki-laki mengatakan bahwa mereka biasanya memakai topi untuk menutupi kulit kepala mereka, dan ketika mereka melihat rambut baru, mereka menerimanya dengan sangat alami dan bahagia. Kami belajar banyak dari anak-anak ini, dari kekuatan dan kegembiraan mereka bahkan setelah melalui episode-episode yang sulit,” tutup Oliveira.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: