Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi gula (Foto: mariashipakina via Canva Pro)

Makanan dan minuman manis terasa lebih nikmat dinikmati setelah puasa. Namun, jangan sampai berlebihan konsumsi gula selama puasa karena bisa menimbulkan risiko kesehatan lain.

Saat puasa tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman dalam jangka waktu yang lama.

Inilah yang menyebabkan jumlah kadar gula menurun drastis. Selain itu, berpuasa juga bisa mempengaruhi jumlah cairan dan elektrolit dalam tubuh.

Untuk itu, mengonsumsi makanan atau minuman manis dinilai bisa mengembalikan kadar gula darah dengan cepat, serta mengembalikan energi tubuh.

Namun, Sahabat DAAI tetap perlu memperhatikan konsumsi gula harian saat berpuasa. Pasalnya, jika konsumsi gula tidak dikontrol maka ada banyak risiko lain yang bisa timbul.

Mengutip dari situs World Health Organization (WHO), pihak WHO merekomendasikan orang dewasa dan anak-anak untuk mengurangi asupan gula bebas harian hingga kurang dari 10% dari total asupan energi.

Selain itu, pengurangan asupan gula hingga di bawah 5% atau kira-kira 25 gr (6 sendok teh) per hari, juga akan memberikan manfaat kesehatan tambahan.

Adapun beberapa jenis gula yang termasuk ke dalam gula bebas, adalah monosakarida (seperti glukosa, fruktosa) dan disakarida (seperti sukrosa atau gula meja).

Kedua jenis gula ini, sangat umum digunakan sebagai bahan masakan sehari-hari. Berbeda dengan gula alami yang terdapat dalam madu, sirop, jus buah, dan konsentrat jus buah.

Pihak WHO mengeklaim, menjaga asupan gula bebas hingga kurang dari 10% dari total asupan energi yang masuk ke tubuh, bisa mengurangi beberapa masalah kesehatan. Misalnya seperti kelebihan berat badan, obesitas, dan kerusakan gigi.

Namun, pengurangan asupan gula ini hanya berlaku untuk gula bebas, tidak termasuk sumber gula alami yang ada di dalam buah, sayur, bahkan susu murni.

Sahabat DAAI wajib waspada karena sebagian besar gula yang dikonsumsi saat ini, tersembunyi dalam makanan olahan yang tidak terlihat manis.

Misalnya, 1 sendok makan saus tomat mengandung sekitar 4 gram (sekitar 1 sendok teh) gula bebas, sedangkan 1 kaleng minuman bersoda mengandung hingga 40 gram (sekitar 10 sendok teh) gula bebas.

Adapun rekomendasi asupan gula harian ini, didasarkan pada analisis bukti yang menunjukkan bahwa orang dewasa yang mengonsumsi lebih sedikit gula memiliki berat badan lebih rendah.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi minuman berpemanis dengan kandungan gula yang tinggi, lebih cenderung mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, dibandingkan anak-anak yang mengonsumsi minuman berpemanis dengan kandungan gula yang rendah.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: