Ilustrasi THR (Foto: Odua Images via Canva Pro)
Menjelang momen Lebaran, tidak sedikit orang yang merasa kalau tunjangan hari raya (THR) cepat habis. Ternyata, fenomena ini disebabkan oleh pengaturan keuangan yang berantakan.
Sahabat DAAI pernah merasa kalau THR hanya numpang lewat saja? Ternyata, hal ini disebabkan oleh penggunaan yang tidak terencana dengan baik.
Ahli Perencana Keuangan Mike Rini Sutikno menjelaskan, perayaan Lebaran adalah sebuah aktivitas yang rutin dilakukan setiap tahun.
Untuk itu, kata Mike, ada baiknya sebelum menerima THR Sahabat DAAI sudah harus bisa membuat perencanaan pengeluaran hari raya agar THR itu tidak habis sebelum waktunya.
“Seharusnya, THR hanya digunakan untuk pengeluaran hari raya saja. Namun, nyatanya banyak orang yang juga menggunakan THR untuk memenuhi pengeluaran rutin bulanan, sehingga menyebabkan THR lebih cepat habis sebelum waktunya,” ujar Mike dikutip dalam kanal YouTube DAAI TV, Selasa (18/4).
Uang THR yang digunakan tanpa perencanaan atau pembatasan, tentunya akan membuat anggaran bulanan cepat menipis.
Tidak heran jika fenomena THR hanya menumpang lewat kerap dirasakan banyak orang menjelang Lebaran.
“Padahal yang namanya THR itu bukan uang nganggur yang bisa kita pakai sesukanya. Jadi, sudah pasti ada pos pengeluaran hari raya yang harus dibayar dari THR tersebut,” lanjut Mike.
Baca Juga: Ketahui Cara Bijak Kelola THR agar Tidak Boros
Umumnya, ada beberapa kategori pengeluaran yang bisa dipisahkan sebelum menerima THR, yakni pengeluaran untuk amal (zakat dan sedekah), pengeluaran untuk berbagi kepada sanak saudara, pengeluaran untuk makanan khas Lebaran, serta pengeluaran untuk perbaikan rumah.
Namun, berbeda halnya jika Sahabat DAAI juga merencanakan mudik Lebaran. Para pemudik, tentunya harus menambah anggaran transportasi, penginapan, makanan, sampai rekeasi selama Lebaran.
“Untuk memastikan THR tidak cepat habis, gunakan teori ini sesuai dengan kebiasaan atau aktivitas hari raya Anda,” kata Mike.
Sebagai referensi, Mike membagikan dua pendekatan untuk menentukan persentase pengeluaran selama Lebaran.
Pertama, untuk pengeluaran wajib seperti membayar zakat fitrah, Sahabat DAAI bisa menghitung jumlah anggota keluarga dikalikan nominal zakat yang telah ditetapkan, yakni Rp45.000/jiwa.
Begitu pula dengan zakat mal yang dikenakan atas segala jenis harta, yaitu sebesar 2,5% dari total harta yang dimiliki.
Kemudian, pengeluaran untuk berbagi THR Lebaran kepada sanak saudara harus dibatasi sesuai kemampuan finansial masing-masing, atau maksimal 10% dari THR yang didapatkan.
Perlu diingat, berbagi THR Lebaran bukanlah suatu kewajiban, sehingga Sahabat DAAI tidak perlu merasa terlalu terbebani jika merasa belum bisa banyak memberi.
Baca Juga: Bukan Uang, Ini 4 Ide THR Unik Buat Lebaran di Kampung Halaman
Selanjutnya, Sahabat DAAI bisa membatasi anggaran pembelian makanan khas Lebaran dan perlengkapan ibadah masing-masing sebesar 20% dari THR yang didapatkan.
Meski demikian, kata Mike, persentase tersebut akan sangat bergantung dari kebutuhan keluarga atau individu yang bersangkutan.
“Kalau Anda mau meningkatkan pos infak dan sedekah, maka pos pengeluaran untuk makanan, baju, atau perbaikan rumah bisa dikurangi. Jadi disesuaikan dengan situasi keuangan masing-masing,” tutup Mike.

