Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi Glucosweet milik mahasiswi UGM Listi Sukmawati (Foto: Agungnoe/ugm.ac.id)

Mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) Listi Sukmawati berhasil menciptakan Glucosweet, produk gula cair berbahan dasar singkong yang rendah kalori.

Sahabat DAAI butuh alternatif pengganti gula atau pemanis berbahan tebu? Jika iya, Sahabat DAAI bisa mencoba produk Glucosweet.

Produk Glucosweet ini, dibuat oleh Ns. Listi Sukmawati, S.Kep., mahasiswa Master of Public Health, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.

Menurut Listi, produk Glucosweet memang diproduksi sebagai penambah manis berbagai produk minuman dan olahan makanan. Sebagai gula cair, Glucosweet bisa menjadi alternatif pengganti gula berbahan tebu.

Glucosweet terbuat dari bahan baku singkong dan diproduksi dengan menambahkan enzim alami 100%. Komposisi tersebut, menjadikan Glucosweet dinilai baik dari sisi kesehatan karena memiliki kalori lebih rendah dibanding gula berbahan tebu.

Meski demikian, Glucosweet memiliki tingkat kemanisan 2x dari gula pasir biasa, sehingga pemakaian Glucosweet diharapkan tidak terlalu banyak agar mampu mengurangi intake gula.

Listi yang juga penerima beasiswa Badan Kesehatan Dunia (WHO)-Tropical Disease Research (TDR) mengaku, dirinya memang sudah sejak lama berkeinginan bisnis.

Tidak sembarang bisnis, Listi menginginkan bisnis yang tetap sejalan dengan dunianya, yaitu di bidang kesehatan masyarakat.

Untuk itu, ia melakukan studi literatur serta menjalankan berbagai diskusi terkait gula yang rendah kalori dari bahan yang ketersediaannya melimpah di Indonesia.

Keinginan Listi yang kuat, pada akhirnya membawanya berjumpa dengan teman-temannya yang hingga saat ini bergabung dengan timnya untuk kemudian berfokus mengembangkan gula cair berbahan baku singkong.

Setelah melewati berbagai percobaan dan kegagalan, akhirnya lahirlah Glucosweet, produk yang diharapkan bisa memberi pilihan dan manfaat bagi masyarakat, khususnya menyangkut makanan dan minuman sehat.

“Kalau pernah mencoba (Glucosweet) rasanya lezat dan nyaman di tenggorokan, makanya Glucosweet sangat sesuai untuk digunakan di berbagai produk olahan makanan dan minuman,” ujar Listi Sukmawati dikutip dalam keterangannya, dikutip Sabtu (1/7).

Sejak mengenyam pendidikan di S1 Ilmu Keperawatan, Listi mengaku memang memiliki ketertarikan terkait kesehatan masyarakat (public health).

Menurutnya, mendalami soal kesehatan masyarakat bisa menjadi bekal ilmu yang bermanfaat, serta bisa berdampak pada masyarakat luas. Hal ini pula yang menguatkan dirinya untuk mengembangkan Glucosweet.

 

Listi menjelaskan, gula cair Glucosweet saat ini diproduksi di Banjarnegara oleh Sari Tela Utama.

Bersama Djohan Irawan selaku Pimpinan Sari Tela Utama, seluruh proses riset, pengembangan, sertifikasi halal, sampai izin edar dari BPOM RI berhasil terpenuhi. Kini, Glucosweet sudah dipasarkan langsung kepada brand atau produk Food and Beverage (FnB), sehingga bisa didapatkan secara bebas di pasaran.

“Tentunya ini memenuhi harapan masyarakat atau konsumen yang membutuhkan healthy lifestyle secara alami,” terang Listi.

Sampai saat ini, Listi bersama kedua rekannya, Ghilman Nafadza Hakim dan Nico Martha, terus berupaya mengembangkan tim Glucosweet, baik dari segi sumber daya manusia (SDM) maupun kualitas produk Glucosweet agar bisa memiliki daya saing.

“Kami dari Glucosweet gencar terus mengikuti berbagai ajang pameran dan business matching di dalam atau luar negeri. Semua ini dengan harapan dapat memperluas cakupan pasar dari Glucosweet,” tutup Listi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: