Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi jagung (Foto: Tortoon via Getty Images Pro)

Jagung merupakan bahan makanan yang cukup populer, baik di Indonesia maupun di luar negeri, bahkan ada beberapa daerah yang menjadikan jagung sebagai makanan pokok. Tidak hanya punya rasa yang manis, jagung juga punya banyak manfaat kesehatan.

Jagung adalah sayuran bertepung yang berbentuk biji tongkol dan ditutupi oleh sekam. Meskipun terkenal di berbagai negara, tetapi jagung juga kerap mendapat reputasi buruk karena mengandung banyak gula dan karbohidrat alami.

Jagung bisa dikonsumsi kapan pun, tetapi konsumsi jagung paling populer dilakukan pada malam pergantian tahun baru.

Tidak hanya dijadikan camilan, jagung juga bisa dikeringkan dan digiling menjadi tepung, bijinya juga bisa diubah menjadi keripik atau kerupuk.

 

Manfaat Konsumsi Jagung

Mengutip dari Healthline, konsumsi jagung utuh dapat membantu Sahabat DAAI meningkatkan kesehatan usus, serta menurunkan peluang terkena penyakit kanker, jantung, dan diabetes tipe-2.

Selain itu, serat di dalam jagung juga bisa membantu Sahabat DAAI untuk tetap kenyang lebih lama di sela waktu makan. Jagung pun bisa memberi makan bakteri sehat di saluran pencernaan yang dapat membantu melindungi dari kanker usus besar.

Tidak hanya itu, masih ada beberapa manfaat lain dari konsumsi jagung, yakni sebagai berikut.

  • Menjaga kesehatan mata: asupan makanan yang mengandung antioksidan, terutama karotenoid seperti zeaxanthin dan lutein, dapat meningkatkan kesehatan mata. Umumnya, jagung memiliki total sekitar 70% kandungan karotenoid. Kandungan karotenoid yang tinggi dalam darah, bisa membantu penurunan risiko degenerasi makula dan katarak.
  • Mencegah penyakit divertikular (divertikulosis): ini adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya kantong di dinding usus besar. Gejala utamanya adalah kram, perut kembung, kembung, serta pendarahan dan infeksi.
  • Melancarkan saluran cerna: jagung kaya akan serat dan bermanfaat untuk melancarkan pencernaan. Konsumsi makanan tinggi serat, bisa mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus, mencegah sembelit, mengurangi risiko terkena wasir, serta menurunkan risiko terjadinya kanker usus besar.
  • Meningkatkan kepadatan tulang: jagung bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang. Di dalam 100 gram jagung terdapat sekitar 500 mg fosfor. Fosfor sendiri merupakan nutrisi yang baik untuk meningkatkan kepadatan, serta kekuatan tulang dan gigi.
  • Mengendalikan tekanan darah: kandungan mineral kalium, magnesium, serta antioksidan pada jagung juga baik untuk mengontrol tekanan darah. Namun, hindari menambahkan garam secara berlebihan saat mengonsumsi jagung, sebab asupan garam yang berlebihan malah dapat meningkatkan tekanan darah.

 

Risiko Konsumsi Jagung

Sama seperti kentang dan kacang polong, jagung adalah sayuran bertepung. Artinya, kandungan gula dan karbohidrat di dalam tepung yang dapat meningkatkan kadar gula darah.

Jika menderita diabetes, Sahabat DAAI tidak perlu menghindari jagung, tetapi cukup perhatikan ukuran porsinya.

Jagung juga memiliki antinutrien, yaitu senyawa yang membuat tubuh tidak dapat menyerap nutrisi sebagaimana mestinya. Untuk menguranginya, Sahabat DAAI bisa merendam jagung sebelum diolah.

Selain itu, jagung juga sering kali terkontaminasi oleh jamur yang mengeluarkan racun bernama mikotoksin.

Jika Sahabat DAAI memakan banyak jagung yang memiliki banyak kandungan racun ini, Sahabat DAAI berisiko lebih tinggi terkena kanker, masalah hati dan paru-paru, serta memperlambat sistem kekebalan.

Untuk itu, perhatikan jumlah konsumsi jagung agar tidak terlalu berlebihan dan tetap aman untuk tubuh.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: