Sumber Gambar : IFSC
Penulis : Grace Kolin
Kiromal Katibin adalah atlet panjat tebing asal Batang, Jawa Tengah yang lahir pada 21 Agustus 2000. Dia mengenal dunia panjat tebing sejak berusia tujuh tahun, pada 2007. Kemudian pada 2009, ia mulai berlatih panjat tebing dan berhasil meraih kejuaraan pertamanya pada Kejurda di Karanganyar. Di tahun yang sama, mahasiswa Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang ini kemudian mengikuti Kejurnas di Yogyakarta. Dalam periode 2010-2012, ia juga senantiasa mengikuti Kejurnas.
Meski sempat absen ikut Kejurnas pada tahun 2013 dan 2014, Katibin kembali berkompetisi dalam cabang olahraga ini dari tahun 2015 hingga sekarang. Tidak hanya Kejurnas, Katibin juga mendulang banyak prestasi di kejuaraan lainnya, baik di tingkat nasional maupun mancanegara. Berikut beberapa prestasinya:
- 2021: Medali perak saat IFSC Climbing World Cup Salt Lake City (USA)
- 2019: Medali perak saat Asian Championship 2019 (Bogor)
- 2019: Medali perak saat Asian Championship 2019 (Bogor) untuk nomor Speed Relay
- 2019: Medali perak saat PRA-PON XX Zona 2 (Surabaya)
- 2018: Medali emas saat Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 (Solo)
Di tahun 2022, Katibin juga menjadi atlet panjat tebing tercepat setelah mengukir rekor dunia untuk nomor speed putra dalam salah satu seri International Federation of Sport Climbing World Cup (IFSC WC) di Seoul, Korea Selatan pada 6 Mei lalu. Menurut catatan resmi dari IFSC, rekor baru tersebut pecah dalam babak kualifikasi ketika Katibin finis dengan catatan waktu 5,17 detik, selisih 0,03 detik dari rekor sebelumnya yang dicetak oleh Veddriq Leonardo, rekan senegaranya pada IFSC WC 2021 di Salt Lake City, Utah (USA).
Pada 20 Mei lalu, Katibin juga kembali menjadi juara di podium IFSC WC 2022 kategori men’s speed di Utah, Salt Lake City, Amerika Serikat. Katibin finis di posisi pertama dengan catatan waktu 5,64 detik setelah mengalahkan Noah Bratschi, atlet asal Amerika SerikatĀ yang mengalami false start di perebutan juara pertama.
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber

