Ilustrasi asam lambung. (Foto: juststock via Getty Images)
Momen berpuasa bisa sangat menantang bagi para pemilik asam lambung. Maka dari itu, diperlukan trik khusus agar bisa berpuasa dengan lancar.
Umat Muslim yang memiliki penyakit maag atau GERD, kerap memiliki banyak kekhawatiran setiap kali bulan puasa tiba. Ini karena, mereka harus menyeimbangkan antara kesehatan dan kewajiban agama.
Selama berpuasa, tidak sedikit orang yang mengalami sakit perut akibat kebiasaan makan yang berubah. Untuk menghindari sakit perut, Sahabat DAAI perlu pintar-pintar mengatur waktu makan dan pilihan makanan yang dikonsumsi.
Demi memperlancar puasa selama Ramadan, berikut adalah beberapa tips berpuasa bagi Sahabat DAAI yang memiliki asam lambung.
- Hindari Pemicunya
Puasa meningkatkan kadar keasaman lambung. Penting untuk memvariasikan asupan makanan dan memasukkan nutrisi penting yang cukup ke dalam makanan yang dikonsumsi. Asupan makanan yang cukup bagi tubuh, meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan serat.
Hindari beberapa makanan yang bisa menjadi pemicu asam lambung. Misalnya makanan olahan, berlemak, digoreng, pedas, asam, asin, berkafein, dan mengandung asam. Ini karena, jenis makanan ini cenderung mengiritasi saluran pencernaan. Ingatlah bahwa moderasi sangat penting dan pemicunya berbeda untuk setiap orang.
Selain itu, cobalah untuk mengurangi asupan gula karena gula bisa berubah menjadi lemak yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan kadar kolesterol. Gula juga dapat memperlambat pencernaan dan memicu refluks asam lambung.
- Makan dengan Perlahan
Kunyah makanan secara perlahan dan menyeluruh, sehingga proses pencernaan makanan membutuhkan lebih sedikit cairan lambung.
Hal ini akan memudahkan perut dalam mencerna makanan, serta memastikan Sahabat DAAI meluangkan waktu dan makan lebih sedikit. Jangan lupa, bahwa perut membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memberi tahu otak bahwa kita sudah kenyang.
Usahakan untuk makan dengan porsi kecil dengan isi yang ideal untuk menjaga asupan makanan selama berbuka puasa. Sebaiknya makan kurma dan makanan ringan saat berbuka puasa sebelum salat magrib, lalu makan makanan berat setelah salat.
Makan dengan cepat, cenderung membuat Sahabat DAAI menelan udara yang menyebabkan kembung.
- Jangan Lewatkan Sahur
Tubuh membutuhkan makanan untuk memberikan energi yang tahan lama sepanjang hari. Maka dari itu, Sahabat DAAI sebaiknya tidak melewatkan sahur dan dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat.
Namun, jika Sahabat DAAI tidak bernafsu makan, Sahabat DAAI bisa mengonsumsi kurma dan minum susu atau air putih. Pasalnya, kurma kaya akan antioksidan dan serat makanan, serta efektif mencegah tukak lambung.
Hindari tidur setelah sahur untuk mencegah gangguan pencernaan dan mulas. Langsung berbaring setelah makan dapat menyebabkan asam lambung masuk ke kerongkongan dan memicu refluks asam lambung.
- Minum Air yang Cukup
Minumlah banyak air saat sahur dan berbuka puasa. Minum delapan gelas per hari sangat penting, bahkan saat berpuasa.
Minumlah banyak air saat sahur dan berbuka puasa. Minum air sebelum tidur, bisa membuat tubuh menyesuaikan kadar cairan untuk hari berikutnya.
Ingatlah untuk minum sambil duduk dengan posisi yang benar dan jangan pernah minum sambil berbaring atau bersandar.
- Minum Obat atau Vitamin
Jika sedang menjalani pengobatan jangka panjang, Sahabat DAAI perlu mendiskusikan ketentuan minum obat selama bulan Ramadan.
Selain meminum obat dengan resep dokter, Sahabat DAAI juga bisa minum obat yang dijual bebas selama sahur jika diperlukan. Obat-obatan ini dapat mengurangi produksi asam lambung, mencegah kembung, nyeri ulu hati, dan mulas.
Jika rasa sakit tidak tertahankan, berbukalah dan minumlah obat yang diperlukan. Perlu diingat, menjaga kesehatan tetaplah sebuah kewajiban. Islam tidak memaksakan puasa bagi mereka yang tidak mampu. Selamat berpuasa!

