Sumber Gambar : Canva Pro
Penulis : Grace Kolin
Pasir merupakan salah satu bahan yang populer digunakan dalam konstruksi bangunan. Tidak hanya sebagai bahan bangunan, pasir juga dapat digunakan untuk memasak makanan. Di berbagai belahan dunia, ada beberapa negara yang menggunakan pasir untuk memanaskan atau bahkan memasak makanannya. Contohnya seperti India yang menggunakan pasir untuk memasak kentang, pop corn, dan kacang. Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia juga punya ragam kuliner yang dimasak dengan pasir. Meski penggunaannya tidak sepopuler minyak goreng, namun pasir juga bisa menghasilkan makanan dengan cita rasa yang khas. Kira-kira, apa saja kuliner Indonesia yang dimasak menggunakan pasir?
- Kerupuk Melarat
Cirebon memiliki kuliner yang khas bernama kerupuk pasir atau yang dikenal dengan kerupuk melarat. Kerupuk yang terbuat tepung tapioka, garam dan bawang putih ini dimasak dengan menggunakan pasir. Pasir tersebut digunakan sebagai bahan pengganti minyak dalam proses penggorengan kerupuk.
Nama kerupuk melarat lahir karena mahalnya harga minyak goreng pada jaman penjajahan, sehingga banyak masyarakat Cirebon yang tak mampu untuk membeli minyak goreng. Mereka pun berinisiatif untuk mencoba menggantikan minyak dengan pasir yang bahannya sangat mudah ditemukan.
Bukan sembarang pasir, pasir yang digunakan untuk memasak kerupuk ini adalah pasir gunung yang sudah melewati proses penyaringan dari bebatuan. Pasir halus yang didapatkan dari hasil penyaringan kemudian dicuci agar terbebas dari tanah liat yang menempel. Setelah itu, pasir dijemur untuk menghasilkan pasir yang bersih dan kering.
Kerupuk yang dimasak menggunakan pasir ini menjadi terasa gurih dan sangat renyah. Selain itu, kerupuk ini juga nikmat disantap dengan saus sambal atau dimakan langsung sebagai cemilan.
- Kacang Sihobuk
Selain kerupuk melarat, Indonesia juga punya kuliner lain yang juga dimasak pakai pasir, yaitu kacang sihobuk. Kacang sihobuk merupakan camilan yang sudah populer dan menjadi ciri khas kota Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Nama sihobuk dari kacang ini diambil dari nama salah satu desa di Tarutung, yaitu desa sihobuk. Pada tahun 1982, pernah terjadi tanah longsor di desa ini, yang mengakibatkan 12 orang tertimbun longsoran tanah. Untuk mengenang bencana ini, masyarakat kemudian memasak kacang yang mereka namakan kacang sihobuk.
Sebelum dimasak, kacang direndam di dalam air selama 2 hari lalu kemudian dijemur. Setelah kering, kacang-kacang tersebut disangrai bersama pasir selama 1 hingga 1,5 jam. Dengan cara penyajian ini, kacang sihobuk memiliki cita rasa yang kuat dan lebih garing dari olahan kacang lainnya.
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber

