Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi batu ginjal (Foto: Alexander’s Images)

Batu ginjal (nefrolitiasis) adalah kondisi terbentuknya endapan padat yang merupai batu di dalam ginjal yang berasal dari garam dan mineral.

Ginjal merupakan organ di dalam tubuh yang berbentuk seperti kacang dengan panjang sebesar 10-15 cm dan lebar sekitar 3-5 cm.

Posisi ginjal dalam tubuh ada pada bagian pinggang, organ ini berfungsi untuk menyaring darah dalam tubuh.

“Mulai dari makanan, obat-obatan, dan juga dari apa yang kita minum semuanya dibuangnya melalui ginjal. Jadi zat-zat racun, zat-zat yang harusnya dibuang sama tubuh, akan dibuang oleh ginjal dengan cara memproduksi cairan kencing,” ujar Spesialis Urologi dari RS EMC Cikarang dr. Jason Liarto, Sp.U. dikutip dalam kanal YouTube DAAI Family, Kamis (21/12).

 

Penyebab Batu Ginjal

Batu ginjal tidak diproduksi langsung oleh ginjal, melainkan dari zat yang terkandung di dalam urine. Jason menjelaskan, urine yang diproduksi berisi zat-zat yang harus dibuang oleh tubuh. Misalnya seperti kalsium, oksalat, asam urat, protein, garam.

“Kalau orang bilang, jarang minum bisa jadi batu ginjal. Kenapa seperti itu? Ini karena kalau kita kurang minum, otomatis cairan yang dipakai ginjal untuk membuat air kencing akan berkurang. Jadi batu ginjal itu awalnya adalah kristal-kristal mineral-mineral yang mau dibuang sama tubuh, tapi karena kurang minum atau zat-zat yang kita makan menyebabkan mineral dan juga kristal-kristal dalam air kencing kita jadi banyak, lama-kelamaan dia akan mengendap dan menjadi batu,” kata Jason.

Batu ginjal tidak akan selalu menetap di dalam organ ginjal atau bisa berpindah tempat. Jika ukurannya cenderung besar, batu ginjal akan cukup sulit untuk berpindah, sehingga memicu terjadinya iritasi pada saluran kemih.

Apabila kondisi tersebut bisa diketahui dan ditangani sejak awal, maka risiko terjadinya kerusakan fungsi ginjal secara permanen pun bisa terhindari. 

Perlu diingat, pembentukan batu ginjal pada setiap orang berbeda-beda, bergantung dari gaya hidup, genetik, sampai faktor keturunan.

 

Gejala Batu Ginjal

Umumnya, batu ginjal yang berukuran kecil tidak menimbulkan gejala. Namun, batu ginjal yang berukuran lebih besar dan tersangkut di dalam saluran urine dapat menimbulkan rasa nyeri di bagian pinggang, atau nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah dan selangkangan.

Rasa nyeri tersebut kerap membuat penderitanya merasa tidak nyaman meski sudah berganti posisi tubuh.

Gejala batu ginjal lainnya, termasuk urine merah muda, merah, atau cokelat, tampilan urine yang keruh atau berbau busuk, buang air kecil lebih sering dari biasanya atau buang air kecil dalam jumlah kecil, mual dan muntah, hingga demam dan menggigil jika ada infeksi.

 

Prosedur Operasi Batu Ginjal

Menurut Jason, dalam perawatan batu ginjal dokter selalu mengedepankan operasi minimal invasif, takni operasi tanpa sayatan atau minimal sayatan.

“Untuk batu ginjal yang tidak terlalu besar, bisa ditembak menggunakan alat seperti endoskopi, (alatnya) masuk ke saluran kemih, sampai menemukan batu lalu bisa ditembak di dalam menggunakan laser. Untuk batu yang besar pun masih ada modalitas minimal invasif,” ungkap Jason.

Jason menambahkan, pasien dengan minimal invasif proses penyembuhannya juga akan lebih cepat, sehingga tidak terlalu lama mengganggu aktivitas.

 

Pengobatan Batu Ginjal

Ada beberapa opsi pengobatan batu ginjal, yakni sebagai berikut.

  1. Menggunakan Obat

Jika batu ginjal berukuran kecil, tidak ada komplikasi, tidak terlalu nyeri, tidak ada demam, tidak menyebabkan infeksi, dan fungsi ginjal juga masih baik bisa melakukan penanganan awal dengan menggunakan obat-obatan herbal.

“Tapi itu tidak bisa sembarangan. Biasanya (obat) yang sudah bermerek dan sudah diawasi oleh BPOM, itu boleh karena memang itu sudah ada penelitiannya. Namun, kalau membuat ramuan sendiri di rumah bermodalkan resep dari internet itu tidak bisa,” terang Jason.

 

  1. Percutaneous Nephrolithotomy

Seorang ahli bedah menghapus batu melalui sayatan kecil pada punggung. Pengidap batu ginjal mungkin memerlukan prosedur ini ketika batu menyebabkan obstruksi dan infeksi atau merusak ginjal, batu tumbuh terlalu besar untuk dilewati, pengobatan lain tak berpengaruh, atau ureteroskopi.

 

Ketika batu tersangkut di ureter atau kandung kemih, dokter akan menggunakan ureteroscope untuk mengeluarkannya.

Utereskopi adalah kabel kecil dengan kamera terpasang yang masuk ke dalam uretra dan diteruskan ke kandung kemih. Dokter kemudian menggunakan sangkar kecil untuk mengambil batu itu dan mengeluarkannya.

 

Pencegahan Batu Ginjal

Orang yang pernah melakukan operasi batu ginjal perlu menjaga pola hidup sehat agar tidak mengalami batu ginjal lagi.

“Orang dengan riwayat batu ginjal, kemungkinan terjadinya batu ginjal lagi dibanding orang lain yang belum pernah batu ginjal, itu jauh lebih tinggi,” tutup Jason.

Namun, orang normal yang belum pernah mengalami batu ginjal juga perlu menjaga gaya hidup dan pola makan sehat.

Usahakan untuk memperbanyak asupan cairan tubuh demi menghindari dehidrasi dan mencegah terbentuknya batu ginjal dari limbah tubuh yang sifatnya terlalu pekat.

Konsumsi makanan dengan kandungan kalsium dengan jumlah yang tidak berlebihan. Konsumsi lebih sedikit makanan mengandung oksalat.

Jika cenderung membentuk batu kalsium oksalat, dokter mungkin merekomendasikan untuk membatasi makanan-makanan tertentu. Beberapa contoh makanannya, yaitu bayam, bit, ubi jalar, kacang-kacangan, cokelat, dan lainnya.

Terapkan diet rendah garam dan protein hewani, dengan mengurangi jumlah garam yang dikonsumsi dan memilih sumber protein non-hewani. Pertimbangkan untuk mencari pengganti garam.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: