Kaligrafi Tiongkok

Muhammad Kresna Dutayana (Foto: Situs Web UM)

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Muhammad Kresna Dutayana meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) atas rekor Penyandang Buta Warna Parsial Pertama yang menjadi pelukis.

Mahasiswa dari program studi S1 Pendidikan Sosiologi ini, mendapatkan penghargaan MURI, pada Selasa (5/12) di Jakarta.

Mengutip dari situs web UM, Kresna menyampaikan hal ini menjadi pembuktian bahwa di balik kekurangan tersebut, terdapat potensi menjadi seorang seniman pelukis yang menyandang buta warna parsial di Indonesia.

“Saya sudah menekuni hobi melukis sejak kecil, sehingga saya bisa menyalurkan aspirasi saya untuk bisa menjadi pelukis yang baik. Saat ini saya menunjukkan bahwa saya layak berada di seni lukis dan menjadi seorang pelukis,” ujar Kresna dikutip dalam keterangannya, Senin (18/12).

Dimulai dari hobi melukis sejak kecil inilah yang mendasari Kresna memutuskan untuk mengejar karir seni lukis, terlepas dari keterbatasannya sebagai penyandang buta warna parsial.

Kresna ingin membuktikan, bahwa seorang pelukis buta warna parsial bisa mempunyai karya yang layak untuk diperjualbelikan ataupun ditonton dalam dunia seni dan hasil karya seni yang telah dibuatnya juga bisa dinikmati semua orang.

 

Mengembangkan Bakat Seni

Kresna menambahkan, perjalanan untuk mengembangkan bakat seni lukisnya dimulai sejak dia mengikuti perlombaan menggambar dan mewarnai, ketika dirinya masih berada di bangku SD. Saat itu, Kresna berhasil meraih juara 1 tingkat kecamatan.

“Pada momen tersebut, saya menyadari bahwa saya buta warna parsial dan sulit membandingkan antara warna merah dan cokelat. Kendala tersebut, saya atasi dengan mencoretkan warna merah dan cokelat di atas kertas putih dan membandingkannya, hingga saya dapat membedakannya. Selain itu, saya sangat terbantu dengan tulisan jenis warna yang tercantum di dalam krayon ataupun cat air, sehingga saya dapat mengenali warnanya,” jelas Kresna.

Puncaknya ketika Kresna berada di bangku SMA, saat Kresna sudah dapat melukis dengan lebih baik dan menunjukkan hasil karyanya di lingkungan sekolahnya.

Dimulai dari momen tersebut, Kresna mengawali dan menekuni dunia lukis dengan menggunakan cat air, cat akrilik, ataupun cat minyak.

Hasil karya lukisan pertama ketika waktu SMA itulah yang digunakan Kresna untuk disetorkan ke museum rekor MURI, ditambah lukisan kedua berupa lukisan ikan yang dihasilkan ketika lulus wisuda SMA.

Walaupun Kresna terkendala tidak bisa menjadi mahasiswa seni rupa ataupun seni rupa murni karena mengidap buta warna parsial, hal ini tidak menyurutkan ketekunannya dalam mendalami dunia seni. Kresna fokus dalam berkarya dengan baik, hingga karyanya layak dan dapat diterima masyarakat luas.

 

Rencana Kresna

Kresna mengaku, dirinya ingin membuktikan bahwa penyandang buta warna parsial juga bisa mempunyai karya seni rupa seni lukis. Walaupun kurang dapat dalam membedakan warna dengan baik, tetapi bukan berarti tidak bisa melihat warna total.

“Melalui profesi pelukis buta warna parsial, saya membuktikan bahwa adanya warna-warna yang bisa dibedakan antara satu sama lain dan tidak ada warna yang tidak bisa dilihat, sehingga hal ini menunjukkan bahwa saya pelukis yang setara dengan pelukis yang tidak buta warna parsial,” jelas Kresna.

Ke depannya, Kresna mengaku ingin membuka galeri pameran seni rupa atau seni lukis yang dikhususkan untuk pelukis buta warna parsial.

Selain itu, Kresna ingin membuka bisnis di dunia seni dengan membuka pameran galeri seni tersebut. Terkait program studi yang telah ditempuhnya, Kresna juga ingin menjadi guru dan menempuh pendidikan profesi guru atau PPG.

Melalui perjuangan Kresna untuk mendapatkan penghargaan rekor MURI tersebut, terdapat ketekunan dan fokus untuk mendalami sesuatu hal yang menjadi hobi.

Selain itu, di balik kekurangan yang ada tidak bisa dijadikan alasan sebagai penghambat untuk seseorang yang ingin berkembang.

“Pesan dan nasehat saya yang ingin saya sampaikan kepada orang-orang atau masyarakat yang merasa keterbatasan dalam kondisi fisik atau kesehatan mereka, adalah tetap semangat dan terus menekuni hobi kalian ataupun cita-cita kalian yang ingin kalian. Selagi kita bisa berusaha, maka kita akan bisa mencapai tujuan yang kita inginkan. Bagi kalian yang mempunyai fisik bukan berarti kalian tidak bisa berkarya. Banyak di antara kalian yang sebenarnya mempunyai karya-karya hebat yang dimana itu berasal dari kekurangan mereka,” tutup Kresna.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: