Rahmat Mulia atlet balap kursi roda (Foto: Puspresnas)
Rahmat Mulia adalah siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Banda Aceh yang melampaui keterbatasannya dan berhasil unjuk gigi sebagai atlet balap kursi roda.
Rahmat banyak menginspirasi orang lain, di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (O2SN PDBK) tahun 2023.
Kemenangan dan kekalahan bukanlah hal utama baginya. Meskipun menjadi finalis di cabang olahraga (cabor) atletik nomor balap kursi roda, ia adalah cermin semangat pelajar yang sebenarnya.
“Saya bangga bisa mewakili Provinsi Aceh di O2SN. Seru sekali bisa ketemu teman-teman dan dapat pengalaman yang belum pernah saya temukan. Ini pertama kalinya saya pergi ke tingkat nasional,” ujar Rahmat dikutip dalam situs web Pusat Prestasi Nasional, Kamis (7/3).

(Atlet Rahmat Mulia)
Prestasi Rahmat
Perjalanan prestasinya dimulai saat di sekolah. Rahmat pernah mengikuti ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (FLS2N PDBK), pada bidang Cipta dan Baca Puisi dan Lomba Kompetensi Siswa Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (LKS PDBK) bidang Kreasi Barang Bekas. Sayangnya di dua ajang tersebut Rahmat belum berkesempatan lolos ke tingkat nasional.
Meski demikian, semangat Rahmat tak pudar begitu saja. Ia selalu yakin suatu saat bisa mewakili sekolah dan provinsiya di tingkat nasional. Kesempatan itu datang di tahun 2023, ketika dirinya mencoba cabor atletik nomor Balap Kursi Roda.
Berkat dukungan sekolah dan orang tuanya yang membebaskan Rahmat menemukan bakatnya, akhirnya Rahmat bisa meraih Juara I di ajang O2SN PDBK Cabor Lomba Balap Kursi Roda tingkat Provinsi Tahun 2023.
Kemenangan itu sekaligus mengantarnya mewakili Provinsi Aceh di ajang O2SN PDBK Tingkat Nasional di Cibinong, Kabupaten Bogor, pada 10-15 September 2023 lalu.
Selama perlombaan O2SN PDBK ia menjadi daya tarik peserta lainnya. Letupan semangatnya membuat suasana kompetisi antarpeserta menjadi hangat.
Di tengah terik matahari Rahmat memacu kursi rodanya untuk jadi yang terbaik. Ia pun harus puas di posisi ketujuh. Meskipun tak juara ia tetap bangga dapat mewakili Provinsi Aceh.

(Rahmat dan keluarganya)
Dukungan Orang tua
Di balik prestasi Rahmat, ada sosok orang tua yang selalu mendukungnya. Ayahnya berprofesi sebagai pedagang dan ibunya adalah Ibu Rumah Tangga. Ayah Rahmat turut mendukung, dengan turut serta menjadi pendamping Rahmat saat pelaksanaan O2SN PDBK 2023.
“Rahmat baru setahun ini mencoba olahraga balap kursi roda. Pertama kali ia ikut langsung lolos ke tingkat nasional. Harapannya prestasinya dapat kita kembangkan. Mudah-mudahan prestasi Rahmat terus meningkat,” kata Ayah Rahmat.
Rahmat juga berpesan agar jangan mudah putus asa, selalu semangat, dan kejarlah prestasi tertinggi.
“Tetap berusaha menjadi yang terbaik dan menjadi anak yang berprestasi bagi Indonesia,” tutup Rahmat.

