Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi obesitas (Foto: rasmus_pedersen via Getty Images)

Obesitas adalah suatu gangguan akibat lemak tubuh berlebihan yang meningkatkan risiko masalah kesehatan. Penanganan utama obesitas adalah perubahan gaya lebih sehat.

Muhammad Fajri (27), seorang pria obesitas berbobot hampir 300 kg dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dengan menggunakan truk pada Jumat (9/6) malam.

Proses pemindahan pasien dari tempat perawatan menuju kendaran berlangsung dramatis, dua alat forklift pun digunakan untuk menaikkan dan menurunkan tubuh pasien. Evakuasi tersebut melibatkan anggota Damkar Jakarta Pusat, Damkar Tangerang, Basarnas, hingga sejumlah perawat dari RSCM.

Fajri yang tinggal di Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, diketahui tidak pernah beraktivitas lantaran mengalami cedera kaki. Cedera tersebut diketahui belum pernah diobati selama delapan bulan terakhir, sehingga berubah menjadi luka terinfeksi. Untuk itu, pihak RS akan melakukan pengobatan pada infeksi kaki yang dialami Fajri sebelum melakukan penurunan berat badan.

 

Pengertian Obesitas

Spesialis Gizi Klinik dr. Mulianah Daya, M.Gizi, Sp.GK., menjelaskan, obesitas didefinisikan sebagai kelebihan berat badan yang disebabkan karena penumpukan massa lemak berlebih, akibat ketidakseimbangan asupan energi yang masuk dan yang keluar.

Secara umum, ada tiga hal yang disoroti oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) terkait risiko obesitas. Pertama, adanya penumpukan massa lemak berlebih.

Sebagai contoh, seseorang bisa memiliki tampilan badan yang ideal, tetapi karena ada massa lemak berlebih di tubuh, maka kondisi ini sudah termasuk ke dalam obesitas.

Hal yang ingin ditekankan kedua, adalah obesitas tidak berlangsung dalam waktu singkat, tetapi terjadi dalam waktu lama karena adanya ketidakseimbangan energi.

Hal ketiga dan yang terpenting, adalah obesitas dapat mengganggu kesehatan. Menurut dr. Mulianah, “Jadi obesitas itu kalau secara definisi bukan suatu penyakit, tapi justru risiko timbulnya suatu penyakit.”

 

Faktor Risiko Obesitas

 

Sejumlah faktor risiko yang bisa menyebabkan seseorang terkena obesitas, adalah genetik, gaya hidup, tidak aktif bergerak, diet tidak sehat, sampai masalah medis tertentu.

Di sisi lain, obesitas juga bisa disebabkan oleh pengaruh tinggal di lingkungan dengan keterbatasan makanan sehat, berhenti merokok secara tiba-tiba, bahkan konsumsi obat-obatan tertentu.

 

Identifikasi Obesitas

Salah satu cara untuk mengidentifikasi obesitas, adalah menggunakan indeks massa tubuh (body mass indeks) atau disingkat BMI. Ini adalah pengukuran yang digunakan untuk menentukan golongan berat badan sehat dan tidak sehat.

BMI dihitung menggunakan perbandingan dari berat badan dan tinggi badan. Cara menghitungnya cukup mudah, yakni berat badan dibagi tinggi badan (dalam meter) kuadrat.

Jika hasil BMI di bawah 18,5, artinya seseorang mengalami kekurangan berat badan. Hasil BMI 18,5–22,9 teridentifikasi sebagai berat badan normal. Kemudian BMI 23–29,9 termasuk kategori berat badan berlebih (kecenderungan obesitas). Terakhir, BMI 30 ke atas termasuk ke dalam kondisi obesitas.

 

Ciri-ciri Obesitas

Menurut dr. Mulianah, ada beberapa ciri yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang mendekati kondisi obesitas.

Di antaranya, adalah mendengkur, beberapa bahkan menyebabkan obstructive sleep apnea (OSA), sehingga susah bernapas.

Compliance parunya menjadi berkurang, sehingga mau jalan aja susah dan ngos-ngosan, lebih cepat lelah,” kata dr. Mulianah.

Kemudian, ada juga keluhan nyeri lutut yang dirasakan saat naik turun tangga, hingga keluhan hormonal seperti mens tidak teratur atau tidak menstruasi.

 

Pengobatan Obesitas

Pengobatan obesitas bisa dilakukan dengan mengadopsi pola hidup sehat, diet rendah kalori, dan olahraga secara teratur. Lakukan diet berisi makanan seimbang, mengontrol kalori, dan juga melakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan pembakaran energi dan cadangan energi.

Jangan lupa untuk melakukan konseling dengan dokter untuk memahami penyebab obesitas, serta cara-cara sehat untuk mengatasinya.

Idealnya, kata dr. Mulianah, proses diet dan adopsi gaya hidup sehat bisa menurunkan berat badan sebesar 0,5 kg-1 kg per minggu, atau 2 kg-4 kg per bulan.

“Jumlahnya boleh lebih, asalkan prosesnya dipantau oleh dokter untuk mengevaluasi komposisi tubuh seperti massa lemak dan massa otot,” tutup dr. Mulianah.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: