Hari Kanker Sedunia di tahun 2022 mengkampanyekan tema ‘Close the Care Gap’ (/ Hentikan Kesenjangan Perawatan) dengan tujuan agar tak ada lagi kesenjangan pelayanan kesehatan di masyarakat mengenai masalah kanker.
Kemenkes menyadari kondisi kesenjangan pelayanan kesehatan yang perlu diselesaikan segera dan bersama-sama. Hingga saat ini, masih ada masyarakat Indonesia yang meninggal karena harus menunggu jadwal terapi pengobatan.
“Saat ini layanan kanker, seperti radioterapi masih sangat minim di Indonesia sehingga menyebabkan antrian panjang dan berdampak pada banyak pasien yang meninggal dunia akibat terlambat ditangani. Di Indonesia bagian timur sendiri, layanan radioterapi hanya ada di Surabaya. Dengan begitu, pasien bisa menunggu selama satu hingga dua tahun. Efeknya, banyak pasien yang terlambat mendapat penanganan dan akhirnya meninggal dunia”, ungkap Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Dr dr Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS.
Selain itu, berdasarkan data GLOBOCAN 2020, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah kasus tinggi terkait penyakit kanker payudara dan leher Rahim (serviks). Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Linda Agum Gumelar, mengungkapkan kasus baru kanker payudara mendatangkan pasien dengan kondisi stadium lanjut.
Semoga tidak ada lagi kesenjangan pelayanan kesehatan ya! Kita bisa mengupayakan ketidaktahuan masyarakat terhadap kanker dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penyakit kanker sejak dini.

