Sumber : Independensi

Sumber Gambar : Pinterpoin

Penulis : Cecilia Dharmawan

Beberapa tahun terakhir, perubahan iklim telah menjadi perhatian dunia. Masyarakat mulai menyadari bahwa perubahan iklim membawa dampak bagi lingkungan dan bumi. Sejumlah destinasi wisata dunia pun menjadi korban yang terancam hilang akibat perubahan iklim.

Kenaikan suhu bumi menyebabkan perubahan iklim. Kondisi ini dipicu oleh efek gas rumah kaca yang menumpuk di atmosfer. Meningkatnya permukaan air laut juga membuat beberapa lokasi wisata dunia menjadi korban dari perubahan iklim.

1. Taman Nasional Gletser, Montana AS

Lebih dari 1.500 mil persegi wilayah Pegunungan Montana tertutup dengan gletser atau bongkahan es tebal. Fenomena alam tersebut menjadikan pemandangan di taman nasional sangat indah.
Sayangnya, perubahan iklim membuat gletser di taman nasional ini mencair. Sejumlah pihak meramalkan bahwa gletser yang menutupi kawasan taman nasional itu akan hilang, karena mencair.

2. Great Barrier Reef, Australia

Great Barrier Reef adalah terumbu karang terbesar di dunia yang berada di lepas pantai Australia dengan hampir 3.000 terumbu karang yang membentang hingga ribuan kilometer. Sayangnya, Great Barrier Reef telah kehilangan lebih dari setengah terumbu karangnya sejak 1995. Kondisi ini disebabkan oleh pemanasan global yang menjadikan suhu di dalam laut lebih hangat bagi karang.

3. Taman Nasional dan Cagar Alam Glacier Bay, Alaska

Taman Nasional dan Cagar Alam Glacier Bay memiliki luas 3,3 juta hektar dan mencakup wilayah pegunungan, teluk, pantai, dan, tentu saja, gletser. Taman nasional ini juga menjadi habitat satwa langka liar seperti rusa, elang, dan serigala.
Sayangnya, gletser di Glacier Bay mulai mencair akibat pemanasan global.

4. Salju di Gunung Kilimanjaro, Tanzania

Gunung Kilimanjaro di Tanzania adalah salah satu puncak tertinggi di dunia. Ketinggian sekitar 5.895 di atas permukaan laut membuat puncak Gunung Kilimanjaro tertutup salju. Namun, salju di puncak Gunung Kilimanjaro mulai mencair akibat pemanasan global. Bahkan, sebagian ahli memprediksi salju tersebut akan hilang pada 2033.

5. Maladewa

Maladewa atau Maldives merupakan sebuah negara kepulauan di Samudra Hindia dan juga surga bagi pecinta wiasta pantai. Air laut yang mengelilingi pulau-pulau di Maladewa berwarna biru kristal. Sayangnya, 80 persen dari pulau-pulau di Maladewa diramal akan tenggelam pada 2050 akibat kenaikan permukaan air laut. Kondisi tersebut akan menelan sebagian besar gugusan pulau di Maladewa.

6. Laut Mati

Laut Mati adalah danau hipersalin (sangat asin) yang merupakan salah satu keajaiban alam dengan titik terendah di bumi yang berada sekitar 430,5 meter di bawah permukaan laut. Laut Mati yang berada antara Yordania dan Israel juga terancam hilang. Pasalnya, aliran air ke obyek wisata tersebut mulai menyusut.

7. Alexandria, Mesir

Alexandria di Mesir merupakan salah satu kota yang diprediksi berisiko hilang akibat perubahan iklim. Terletak di Pantai Mediterania, kota yang penuh sejarah ini menjadi destinasi wisata pantai ternama di dunia. Alexandria juga tempat yang sempurna untuk melakukan aktivitas scuba diving. Alexandria diprediksi akan “menghilang” di abad ini, paling cepat pada 2030 atau paling lambat akhir abad ini. Efeknya pun sudah mulai terlihat, seperti gletser yang menyusut dan juga kenaikan air laut.