Adhara Pérez Sánchez (Foto: Instagram ricardosalinas)
Sindrom Asperger adalah gangguan perkembangan mental dan saraf yang tergolong dalam gangguan spektrum autisme. Pengidap sindrom Asperger, akan mengalami gangguan kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial, tetapi masih memiliki kecerdasan dan kemampuan berbahasa yang baik.
Adhara Pérez Sánchez, seorang gadis dari Meksiko, memiliki IQ 2 poin lebih tinggi dari Albert Einstein dan Stephen Hawking.
Dikutip dari Bright Side, Sánchez diketahui memiliki skor IQ 162 yang membuat namanya dikenal di lingkungan akademis.
Uniknya, skor IQ Sánchez ternyata sedikit lebih tinggi dari IQ Stephen Hawking dan Albert Einstein yang keduanya diperkirakan memiliki IQ 160.

Di umurnya yang baru menginjak 11 tahun, Sánchez telah menjadi seorang anak yang patut untuk ditiru, diikuti, dan dikagumi.
Meskipun menurutnya belajar itu mudah, tetapi dia juga didukung oleh lingkungan belajar yang sesuai dengan kebutuhan spesifiknya.
Baca Juga: Idap Sindrom Treacher Collins, Remaja Ini Harus Jalani 70 Operasi untuk Hidup Normal
Secara pengejutkan, ternyata Sánchez telah mengantongi banyak prestasi yang tidak biasa bagi anak-anak seusianya.
Salah satu prestasi yang berasil ditprehkan Sánchez, adalah berhasil menyelesaikan sekolah menengah lebih awal saat masih berusia 8 tahun.
Saat berumur 3 tahun, Sánchez didiagnosis mengidap sindrom Asperger. Kondisi tersebut, membuatnya mengalami kesulitan di sekolah selama waktu tersebut dan kerap diejek karena dianggap “aneh” oleh guru dan teman sebayanya.
Namun, ibunya tidak membiarkan hal ini menghalangi Sánchez dan mendorong putrinya untuk terus mengejar mimpinya.
Perjuangan membuahkan hasil, saat ini diketahui Sánchez sedang menempuh pendidikan di Universitas CNCI, Meksiko, dengan beasiswa penuh.

Di sana, Sánchez berfokus untuk mempelajari sistem teknik dan matematika, serta berharap untuk segera berkuliah di Amerika Serikat (AS).
Motivasi ini, didasari oleh pengalaman Sánchez yang pernah berkunjung ke NASA Johnson Space Center di Texas, serta diundang untuk belajar astronomi di University of Arizona.
Baca Juga: Waardenburg Syndrome, Kelainan Genetik Penyebab Warna Mata Berbeda
Sánchez mengatakan, “Saya harus tinggal di sana selama 3 bulan untuk belajar dan terbiasa mendengar dan berbicara bahasa Inggris.”
Ketika dimintai nasihat, Sánchez menyatakan, “Jangan menyerah, dan jika Anda tidak suka di mana Anda berada, mulailah merencanakan di mana Anda ingin berada.”
Perjalanan hidup pengalaman akademis Sánchez yang menginspirasi ini, akhirnya ditulis ke dalam sebuah buku yang jika diterjemahkan secara kasar memiliki arti “Jangan Menyerah”.

