Ilustrasi anak bermain sepeda BMX (Foto: Kamilio/Warta Bromo)
Imam Utomo (60) mengubah lahan kosong miliknya menjadi sirkuit sepeda bicycle motorcross (BMX) untuk mengatasi cucunya dari kecanduan gadget.
Tidak hanya cucunya, sirkuit sepeda BMX yang berlokasi di Kelurahan Sebani, Kecamatan Gading Rejo, Pasuruan, Jawa Timur, ini juga digunakan oleh anak-anak di lingkungan sekitarnya.
Imam mengaku, ide untuk mengubah lahan kosongnya menjadi sirkuit BMX, bermula dari cucunya yang kecanduan bermain gadget.
Saat itu, cucunya kerap merengek dan menangis untuk bermain gadget setiap waktu.

Untuk menghindari cucunya dari bahaya gadget, akhirnya Imam berinisiatif untuk membelikan sepeda BMX agar cucunya bisa bermain di luar.
Tidak lama kemudian, cucunya pun meminta untuk berlatih sepeda BMX di lintasan bergelombang yang menantang.
Namun, saat itu Imam tidak menemukan tempat latihan yang memadai. Akhirnya Imam berinisiatif untuk mengubah lahan kosong di samping rumahnya menjadi sirkuit BMX.
Lahan kosong ini sebelumnya tidak digunakan sama sekali oleh Imam. Untuk itu, ia memanfaatkan lahan tersebut agar anak-anak bisa bermain dengan bebas.

“Buat cucu (agar) senang. Nggak apa-apa lahannya buat tempat main anak-cucu. Buat (lahan) ini sekitar enam bulanan. Anak sini banyak yang suka banyak yang dukung,” ujar Imam, dikutip Rabu (13/9).
Tidak butuh waktu lama, kegiatan ini rupanya menarik perhatian anak-anak lain di kampung tersebut. Tidak hanya cucunya, Imam pun mempersilakan anak-anak lain untuk menggunakan lintasan BMX miliknya agar mereka bisa bermain bersama.
Meskipun lintasan tersebut dibuat di atas lahan seluas 8×20 m, tetapi para bikers cilik di sana mengaku senang karena punya tempat latihan di dekat rumahnya.
Selain diawasi pembimbing selama berlatih, mereka juga harus menggunakan helm, sarung tangan, dan sepatu, untuk tetap mengutamakan keselamatan.

Saat berlatih, mereka akan mengitari lintasan sebanyak 3 kali putaran. Nantinya, siapa yang tercepat ia yang jadi pemenang.
Adapun rata-rata bikers cilik yang berlatih sepeda di lintasan BMX milik Imam berusia 4-11 tahun. Mereka mengaku akan terus berlatih agar bisa menjadi atlet nasional bahkan internasional.
Rencananya, pembalap sepeda BMX cross cilik ini akan diikutkan perlombaan tingkat kota dan tingkat provinsi untuk lebih menumbuhkan minat dan mengasah bakatnya.

