Ilustrasi Arto Biantoro solo cycling untuk sosialisasikan CdLS (Foto: CdLS Indonesia)
Semakin banyak gerakan bersepeda untuk membantu sesama. Salah satunya, juga dilakukan Arto Biantoro yang melakukan solo cycling Jakarta-Semarang untuk membantu anak-anak penyandang CdLS.
Aktivis merek lokal Arto Biantoro, melakukan aksi solo cycling dengan rute Jakarta-Semarang untuk menjalankan program Extreme Cycling for Cornelia de Lange Syndrome (CdLS).
Arto Biantoro melakukan solo cycling dengan rute Jakarta, Cikampek, Cirebon, Tegal, Pekalongan, dan berakhir di Semarang dengan jarak sejauh 480 km.
Perjalanan menggowes ini, dilakukan Arto pada periode 17-20 Maret 2023 dengan tujuan untuk memberikan edukasi ke masyarakat tentang CdLS dan menggalang donasi untuk membantu kebutuhan operasional Yayasan CdLS Indonesia.
“(Hal ini dilakukan) untuk menyosialisasikan CdLS karena penyakit ini masih sangat langka dan ini hal yang perlu disuarakan ke lebih banyak orang. Untuk itu, perlu ada cara yang menarik yang mungkin juga bisa membangun perhatian masyarakat,” ujar Arto kepada DAAI TV, Senin (20/3).
Demi mewujudkan hal ini, Arto mencoba untuk melakukan sesuatu yang baru dan belum pernah ia lakukan sebelumnya. Uniknya, sebelum melakukan solo cycling Arto mengaku dirinya tidak memiliki persiapan apa pun.
“Kalau melihat dari apa yang dilakukan oleh orang tua dari anak penyandang CdLS, mereka juga sebenarnya tidak memiliki persiapan saat anak-anaknya lahir. Jadi, kami mencoba mengimitasi apa yang mereka lakukan dengan tidak mempersiapkan juga,” kata Arto.
Ia melanjutkan, “Sebenarnya saya bukan seorang pesepeda, naik sepeda pun enggak jauh-jauh amat dan itu benar-benar sebuah tantangan yang menarik.”
Sebagai informasi, CdLS adalah sindrom kelainan langka genetik yang disebabkan karena adanya mutasi gen pada saat proses pembuahan di dalam kandungan. Umumnya, terdapat 22 kelainan yang dimiliki oleh penderita CdLS yang mana hal ini dapat memengaruhi antara 1/10.000 sampai 1/60.000 kelahiran.
Adapun prevalensi kasus CdLS adalah 1 anak dari 30.000 kelahiran bayi. Di Indonesia sendiri, diperkirakan kasus CdLS terjadi di setiap 1/30.000 kelahiran, tetapi saat ini terdata ada sekitar 160 kasus penyandang CdLS.
Arto Biantoro membawa Extreme Impact, program inisiatif dari perusahaannya, Gambaran Brand, bersama BenihBaik, untuk membantu sesama dengan cara-cara yang bersifat ekstrem, kreatif, sekaligus menyenangkan.
Project Extreme Cycling for CdLS dilakukan untuk sosialisasi, sekaligus menggalang dana bagi anak-anak CdLS yang selama ini berjuang sendiri bersama keluarga mereka.
Nantinya, hasil dari penggalangan dana ini bisa membantu biaya operasional Yayasan CdLS di Semarang. Jumlah dana yang terkumpul, akan dialokasikan kepada hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan Yayasan, serta anak-anak penyandang CdLS.
Selain itu, diharapkan aksi sosial ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan membangkitkan rasa kepedulian terhadap anak-anak penyandang CdLS di Indonesia.

