Penulis : Grace Kolin

Millennials atau yang kadang disebut juga dengan generasi Y, merupakan sekelompok orang yang lahir pada kisaran tahun 1980 – 2000an. Ini berarti, millennials adalah generasi muda yang berumur  22 – 42 pada tahun ini. Kisaran umur ini tentu belum menyentuh usia pensiun, dimana biasanya usia pensiun mencakup umur 55-60 tahun.

Meski usia pensiun masih lama, millennials sudah harus mengumpulkan dana pensiunnya sejak dini. Tujuannya, agar mereka dapat mandiri secara keuangan di masa tua. Bayangkan jika di masa tua millennials tidak memiliki dana pensiun sepeser pun. Tentu mereka akan menjalani masa tua dengan perasaan tidak tenang. Apalagi ketika tiba-tiba harus berhadapan dengan hal-hal darurat yang membutuhkan pengeluaran yang besar.

Menyiapkan dana pensiun juga adalah salah satu bentuk langkah sederhana untuk memutus mata rantai generasi sandwich. Generasi sandwich merupakan generasi orang dewasa yang harus menanggung hidup tiga generasi yaitu orang tuanya, diri sendiri, dan anaknya. Dengan memiliki dana pensiun, millennials tidak perlu lagi membebani generasi berikutnya dalam hal finansial. Mereka dapat menikmati sisa hidup dengan tenang, begitu pula dengan anak cucu mereka.

Meskipun penting, menyiapkan dana pensiun juga terkadang tidaklah mudah. Generasi millennials  harus menghadapi beberapa tantangan seperti gaya hidup yang berubah, godaan konsumsi semakin meningkat, terjerat utang konsumtif hingga jumlah pendapatan yang masih belum mencukupi. Namun menyiapkan dana pensiun sejak dini, bukanlah hal yang tidak mungkin. Pertanyaannya, berapa banyak dana pensiun yang harus disediakan? Nominal dana pensiun dapat dihitung dengan rule 0f 25 atau yang dikenal dengan multiply by 25 rule dengan rumus: pengeluaran per tahun dikali 25.

Setelah mengetahui berapa nominal dana pensiun yang harus dikumpulkan, millennials dapat menabung dana pensiunnya sejak dini. Deswin Gho Financial Consultant dalam program Keuangan Milenial DAAI TV memberikan beberapa tips bagi millennials dalam mengumpulkan dana pensiun:

1. Tentukan target umur pensiun

Umumnya masyarakat Indonesia akan memasuki usia pensiun saat menginjak usia 55-60 tahun. Jika seseorang berusia 30 tahun, berarti ia masih memiliki kesempatan dua puluh tahun lebih untuk mengumpulkan dana pensiun jauh-jauh hari.

2. Lakukan kalkukasi dengan matang

Mulailah untuk melakukan perhitungan terhadap berapa dana yang akan ditabung setiap bulannya. Menurut Deswin, normalnya seseorang membutuhkan 10% – 20% dari pendapatan untuk tabungan dana pensiunnya. Namun, jika jumlah ini terlalu sulit untuk direalisasikan, setidaknya mulailah untuk menabung dana pensiun, berapa pun nominalnya.

3. Tentukan program tabungan pensiun

Ada banyak pilihan tabungan pensiun yang dapat dipilih, seperti program pensiun dari pemerintah, dana pensiun lembaga keuangan, ataupun menyiapkan dana pensiun lewat investasi. Investasi dapat membantu seseorang untuk mengumpulkan dana pensiun secara maksimal.

Hindari menempatkan seluruh harapan finansial dalam satu kantong. Misalnya dengan memilih lebih dari satu instrumen investasi. Sehingga jika salah satu nilai instrumen investasi menurun, maka instrumen investasi yang lain dapat mengimbangi. Pilihlah instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.