Orlando Ferrari peraih medali emas. (Foto: Puspresnas Kemenbudristek)
Mahasiswa Program Studi Matematika, Universitas Gadjah Mada (UGM), Orlando Ferrari (20) berhasil meraih medali emas pada olimpiade matematika. Bagaimana kisahnya?
Orlando mengukir prestasi cemerlang di ajang Olimpiade Matematika dan Ilmu Pengetahuan Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT).
Mengutip dari situs web Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), di ajang tersebut ia berhasil meraih medali emas di bidang Matematika dan mendapatkan predikat dengan nilai tertinggi dari seluruh peserta.
Tentunya, untuk sampai ke puncak prestasinya Orlando tidak menempuh jalan yang mudah. Sejak duduk di bangku SD ia sudah mengikuti ajang talenta Olimpiade Sains Nasional (OSN) di bidang Matematika.
Kemudian, Orlando lanjut mengikuti OSN dari jenjang SMP dan SMA. Selama beberapa kali mengikuti OSN, ia tidak pernah sekalipun memperoleh medali.
Semangatnya tidak padam, perjuangan Orlando terus berlanjut hingga ke jenjang kuliah, bahkan dirinya tetap teguh pada pendiriannya menggeluti bidang matematika.

(Orlando di ajang International Mathematic Competition (IMC) 2023)
Pernah Dapat Nilai Nol
Orlando mengaku, saat masih duduk di Sekolah Dasar (SD) dirinya bahkan pernah mendapatkan nilai nol di pelajaran matematika.
“Pada saat SD kelas 2 saya sempat mendapatkan nilai nol untuk PR matematika yang mungkin jadi awal rasa penasaran saya. Dari dulu hingga sekarang, hal yang membuat saya tertarik dengan matematika adalah kepuasan ketika saya berhasil menyelesaikan permasalahan yang diberikan, bukan perhitungan,” ujar Orlando dikutip dalam keterangannya, Kamis (22/2).
Di masa awal perkuliahannya, Orlando ditinggal oleh Ayahnya, Giyanto. Kemudian, sang ibu Fitri Anita Coupon, menguatkan hati Orlando untuk selalu semangat dalam pendidikannya.
Titik Balik Orlando
Tak pantang menyerah, tahun 2022 merupakan titik terang bagi perjalanan prestasi Orlando.
Pada tahun itu, Orlando mewakili kampusnya di ajang ONMIPA-PT yang diselenggarakan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Puspresnas, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Saat itu ia berhasil memperoleh medali perunggu di bidang Matematika.
“Satu hal yang kurang dari hal luar biasa yang telah saya capai, adalah ketidakhadiran ayahanda saya dalam pencapaian ini. Pada tahun 2021 di bulan ketiga saya kuliah di semester satu, ayah saya berpulang. Ayah saya tidak hadir dalam pengumuman saya mendapatkan medali perunggu di tahun 2022,” katanya.
Pada tahun 2023, perjalanan prestasi Orlando terus melesat. Ia benar-benar fokus pada keikusertaannya di ajang ON-MIPA PT 2023.
Dirinya mengaku sering berdiskusi dengan senior yang merupakan peraih medali pada tahun sebelumnya.
“Saya grinding materi dan menulis ulang teorema yang ada dari referensi yang diberikan oleh dosen pembina dan senior saya,” jelas Orlando.
Usaha tidak menghianati hasil, pada Acara Penutupan dan Penganugerahan ONMIPA-PT tahun 2023 namanya disebutkan sebagai peraih medali emas di bidang Matematika dan meraih predikat nilai tertinggi dari seluruh peserta. Seketika perasaannya larut dalam kebanggaan. Ia langsung lari ke depan panggung mengenakan Driver (sabuk Kamen Rider yaitu pahlawan super dari Jepang).
“Sebenarnya saya melakukan hal ini terinspirasi dari peraih nilai tertinggi tahun lalu dan ingin melakukan hal serupa yang lebih memorable,” ucapnya.
Tak berhenti di ajang ONMIPA-PT saja. Capaian prestasinya di ajang talenta tersebut membawanya mewakili Indonesia di ajang bergengsi The International Mathematics Competition (IMC) ke-30 di Blagoevgrad, Bulgaria, yang diselenggarakan pada 31 Juli-6 Agustus 2023. Orlando berhasil merebut medali perak di ajang IMC.
Ia bersama 6 mahasiswa lainnya mengikuti pembinaan sebanyak 2 kali yang difasilitasi Puspresnas sebelum berangkat ke Bulgaria.
Sekali lagi prestasi ia torehkan di bidang Matematika. Orlando berhasil merebut medali perak di ajang IMC. Hasil kerja keras membuktikan dirinya mampu mendapatkan pengalaman dan prestasi tertinggi.

(Orlando meraih medali emas dan nilai tertinggi di ajang ONMIPA-PT 2023)
Rencana ke Depan
Orlando ingin tetap kukuh menekuni bidang matematika. Di masa mendatang ia berharap terus dekat dengan bidang itu.
“Saya mempunyai keinginan untuk terus berkecimpung sebagai akademisi yang produktif. Walaupun begitu, saya tidak menutup kemungkinan dari peluang saya meneruskan profesi di industri yang memerlukan Matematika,” katanya.
Orlando berpesan, bahwa kegagalan, ketakutan, rasa gugup, dan ketidaktahuan merupakan hal yang harus siap ditelan ketika mengikuti kompetisi.
Ketika kita menaklukkannya, kata Orlando, kita akan sadar bahwa kita telah belajar dan banyak yang masih jauh lebih hebat dari kita.
“Janganlah takut untuk mencoba karena keberuntungan bisa datang di saat yang tidak terduga,” tutup Orlando.
Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

