Band Coldplay (Foto: Instagram @coldplay)
Band musik Coldplay berkomitmen untuk membuat tur album Music of the Spheres berdampak baik bagi lingkungan dan rendah karbon.
Band asal Inggris Coldplay baru saja mengumumkan jadwal tur konser terbarunya ke Indonesia. Berdasarkan informasi resmi, Coldplay dijadwalkan menggelar konser di Indonesia pada 15 November mendatang.
Berlokasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), konser album terbaru Coldplay Music of The Spheres World Tour Jakarta dipromotori oleh PK Entertainment dan Third Eye Management.
Tidak hanya berbagi kebahagiaan lewat musik, ternyata band satu ini juga berkomitmen untuk membuat setiap konsernya lebih ramah lingkungan.
Mengutip dari Green Queen, semua konser yang digelar Coldplay akan didukung oleh 100% energi terbarukan dan akan membuat iklim tur menjadi positif agar bisa mengurangi jejak karbon.
Jejak karbon adalah jumlah karbon atau gas emisi yang dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia. Misalnya, seperti penggunaan kendaraan, penggunaan energi listrik yang berlebihan, sampai konsumsi makanan.
Jejak karbon yang dihasilkan bisa memberikan dampak negatif bagi kehidupan di masa mendatang. Contohnya, seperti kekeringan, berkurangnya sumber air bersih, cuaca ekstrem, bencana alam, perubahan produksi rantai makanan, dan sebagainya.

Mengutip dari Hypebot, konser musik bisa berbahaya bagi lingkungan karena bisa menyumbang banyak sampah sampai polusi udara.
Jejak karbon yang dihasilkan saat seorang musisi menggelar konser tergolong cukup besar. Jejak karbon ini disumbang paling besar oleh tempat konser (34%), perjalanan penonton ke tempat konser (33%), produksi merchandise (12%), akomodasi (10%), perjalanan musisi ke tempat konser (9%), dan proses promosi (2%).
Demi mengurangi dampak buruk tersebut, band Coldplay telah membagikan lebih banyak detail tentang komitmen mereka terhadap keberlanjutan lingkungan.
Umumnya, ada tiga prinsip dasar yang akan memandu jalannya konser Coldplay di setiap negara, yakni sebagai berikut.
Reduce, dengan mengurangi konsumsi, melakukan daur ulang secara ekstensif, dan mengurangi emisi CO2 hingga 50%.
Reinvent, mendukung teknologi ramah lingkungan, serta mengembangkan metode tur baru yang berkelanjutan dan sangat rendah karbon.
Restore, menjadikan tur bermanfaat bagi lingkungan dengan mendanai proyek berbasis lingkungan dan teknologi, serta menarik lebih banyak CO2 secara signifikan daripada yang dihasilkan selama tur.

Nantinya, stadion konser Coldplay akan dipasang panel surya, lantai kinetik, dan sepeda yang bisa menghasilkan listrik saat para penonton melompat atau mengayuh pedal sepeda.
Energi ini, akan disimpan dalam sebuah baterai isi ulang yang juga berasal dari sumber daur ulang. Semua energi tersebut, akan memotong emisi karbon selama konser Coldplay hingga lebih dari 50%.
Tidak hanya itu, para penggemar yang datang ke konser Coldplay juga akan didukung untuk menurunkan jejak karbon masing-masing. Para penggemar yang melakukan perjalanan pergi dan pulang dari konser Coldplay menggunakan rute rendah emisi, akan diberikan hadiah khusus.
Selain itu, Coldplay juga menyediakan aplikasi resmi selama tur yang bisa memberikan diskon langsung kepada para penggemar yang menggunakan transportasi ramah karbon, seperti sepeda atau kereta.
Di tempat konser, penggemar juga bisa membeli merchandise yang dibuat dari bahan berkelanjutan. Uniknya, penggemar juga bisa mendapatkan air minum gratis, hanya dengan membawa gelas dan botol sendiri untuk diisi ulang. Hal ini, disediakan untuk menghilangkan limbah botol plastik sekali pakai.
Adapun Coldplay sendiri akan menggunakan penerbangan komersial dan membayar biaya tambahan untuk menggunakan bahan bakar penerbangan ramah lingkungan, serta sebisa mungkin menggunakan kedaraan listrik untuk transportasi darat.
Uniknya, setiap kali menggelar konser, panggung konser Coldplay akan dibuat menggunakan kombinasi bahan yang ringan, ramah lingkungan, dan dapat digunakan kembali, misalnya seperti bambu dan baja daur ulang. Setelah tur selesai, semua bahan yang digunakan akan didaur ulang dan digunakan kembali.

Mereka juga akan mengonsumsi makanan nabati yang bersumber dari bahan lokal, serta menghindari makanan berkarbon tinggi seperti daging dan produk susu.
Di luar konser, Coldplay akan menanam satu pohon untuk setiap tiket yang terjual. Mereka juga akan menyumbangkan 10% dari hasil penjualan tiket, untuk mendukung gerakan ramah lingkungan lainnya.
Untuk memastikan bahwa dampaknya dapat dilacak dan dipantau dengan baik, Coldplay akan berkolaborasi dengan para peneliti dan pakar iklim di Institut Perubahan Iklim dan Lingkungan Grantham di Imperial College London. Para ilmuwan ini, akan bekerja untuk mengukur dampak dari seluruh tur dunia Coldplay dan bagaimana dampaknya akan berpengaruh pada lingkungan.
“Kami telah merencanakan tur ini selama bertahun-tahun, dan kami sangat bersemangat untuk memainkan lagu-lagu kami bersama penggemar. Pada saat yang sama, kami sangat sadar bahwa planet ini sedang menghadapi krisis iklim. Jadi kami telah menghabiskan dua tahun terakhir berkonsultasi dengan pakar lingkungan untuk menjadikan tur ini lebih berkelanjutan, serta memanfaatkan potensi tur untuk mendorong kemajuan lingkungan,” tutup Coldplay.

