Penulis : Akbar Fauzi
Editor : Grace Kolin
Biasanya, para lansia menghabiskan masa pensiunnya dengan melakukan hal yang santai dan menyenangkan. Namun di samping itu, ada juga lansia yang memilih untuk menjalani masa pensiun dengan membantu orang yang membutuhkan, contohnya adalah Eddyana. Perempuan berusia 66 tahun ini menjadi seorang relawan Tzu Chi sejak tahun 2016.
Membantu sesama terlebih bagi orang-orang yang membutuhkan bantuan dengan seluruh kemampuan dan keikhlasanya sudah menjadi panggilan hati bagi Eddyana. “Misalnya orang butuh bantuan, orang butuh pengobatan, mungkin kan orang itu kurang pengetahuan, shigu yang tahu dimana bisa mencari bantuan. Diantaranyakan Tzu Chi seka mengadakan baksos, katarak, bibir sumbing, gigi seperti itu. Jadi waktu itu saya bawa pasien saya ke Tzu Chi dan kemudian tanya kalau ikut Tzu Chi dimana? Harus datang kemana? Karena rumah tinggalnya di Tangerang jadi diarahkan ke kantor penghubung Tangerang. Waktu itu 2016 masih jadi kantor penghubung ya, belum menjadi Tzu Chi,” ungkap Eddyana.
Rumah kediaman Eddyana kerap menjadi tempat kegiatan donor darah yang ia selenggarakan setiap 2 bulan sekali bersama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Menurutnya kegiatan seperti ini sudah seperti hiburan baginya, sebab ia hanya tinggal atau hidup berdua karena anak-anaknya yang sudah memiliki dan membangun rumah tangga masing-masing.
Menurutnya bahagia itu bisa diciptakan sendiri, misalnya dengan hidup bermanfaat dan menolong orang lain. Bagi Eddyana, mengemban misi amal Tzu Chi bukan hanya sekadar menjadi ladang berkah dalam menyebarkan kebajikan, melainkan juga menjadi ladang pelatihan diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.
“Tapi harus ikhlas, kalau nggak ikhlas mungkin menjadi beban. Ya jangan menjadi beban karena ini sudah di niatin dan senang akhirnya. Apa namanya? Bahagia bisa bermanfaat. Itulah kuncinya pengin bahagia karena bermanfaat” ujarnya.

