Penulis : Akbar Fauzi
Editor : Grace Kolin
Kopi Kintamani merupakan salah satu jenis kopi asli Indonesia yang sangat populer di dunia. Jenis kopi ini ditanam di ketinggian 900 mdpl di kawasan Kintamani, Bali dan memiliki rasa yang sangat unik. Selain itu, kopi ini juga memiliki sertifikat Geographical Indication, yang menandakan bahwa keberadaan jenis kopi ini telah diakui secara internasional.
Ada berbagai cara membudidayakan kopi arabika Kintamani ini, salah satunya dengan sistem tumpang sari bersama pohon jeruk, sehingga rasa asam dari jeruk pun turut mempengaruhi keunikan cita rasa dari Kopi Kintamani. Proses pegolahannya pun dilakukan dengan cara olah basah giling kering atau wet process untuk menghilangkan lendir dan mengubah zat gula menjadi zat asam.
“Hal ini dikenal karena, ditinjau dari segi kopi speciality-nya itu. Rasanya itu, rasanya enak, lemon tea itu asam, asamnya itu asam lemon tea. Itu yang menyebabkan Kopi Kintamani sangat disegani dan Kopi Kintamani bisa dibuat seperti rasa buah, gitu bisa. Buahnya itu buah apa? Tergantung daripada fermentasinya itu sendiri. Nah, pengolahan daripada kopi speciality ini ada beberapa jenis, yang pertama kami lakukan adalah kopi dengan proses full wash. Full wash itu stabil antara rasa lemonnya dengan pahitnya. Nah, namun disini kita bisa diciptakan juga sangat asam, tergantung fermentasinya. Kalau 36 jam, sangat asam sekali,” kata I Ketut Jati, petani kopi arabika Kintamani.
Kopi Kintamani juga dikenal sebagai kopi yang ramah lingkungan karena proses perkebunannya yang sangat menjaga keseimbangan alam dengan menggunakan sistem irigasi subak, pupuk organik, dan tanpa pestisida. Tidak hanya ramah lingkungan, kualitas dari kopi Kintamani juga dijaga dengan sangat baik. Upaya ini dilakukan dengan memanen biji kopi yang sudah matang sempurna dan berwarna merah.

