Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi beras porang (Foto: allybally4b via Pixabay)

Beras porang terbuat dari akar tanaman porang dengan nama latin Amorphophallus muelleri blume. Tanaman ini merupakan tanaman asli dari Indonesia dan banyak tumbuh di hutan-hutan Pulau Jawa.

Porang merupakan tanaman jenis herbal yang bisa tumbuh sampai 1,5 meter. Porang banyak tumbuh di sekitar hutan tropis dan hanya bisa tumbuh di bawah pohon penyangga.

Uniknya, porang bisa bertahan hidup pada jenis tanah apa pun pada ketinggian 0 sampai dengan 700 mdpl.

Umbi porang dapat diolah menjadi beras dan diyakini lebih sehat daripada beras biasa, atau bahkan beras shirataki.

Porang diketahui masih satu kerabat dengan tanaman konjac (konnyaku), sejenis umbi yang sering diolah menjadi shirataki. Keduanya memiliki kandungan yang mirip ketika diolah menjadi beras.

Selain beras, porang juga banyak digunakan sebagai bahan baku tepung, penjernih air, kosmetik, pembuatan lem, dan jelly.

Porang biasanya diolah dulu menjadi tepung yang mengandung glukomanan. Kemudian, tepung porang diolah menjadi beras yang teksturnya lebih kenyal dari nasi dan cenderung tawar.

Glukomanan merupakan serat alami dan larut dalam air yang ada di dalam porang. Glukomanan biasa digunakan sebagai emulsifier dan pengental pada bahan makanan.

Jika tertarik mencoba, berikut adalah beberapa manfaat beras porang yang bisa dirasakan Sahabat DAAI.

 

1. Rendah Kalori

Selain kandungan serat yang tinggi, beras porang juga dikenal rendah kalori dan kolesterol. Dengan demikian, konsumsi beras porang secara rutin bisa membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL).

Hal ini berkat kandungan asam lemak omega-3 yang terkandung di dalamnya. Beras porang juga bisa meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Kandungan lemak dalam beras porang juga sangat rendah, sehingga aman dikonsumsi oleh seseorang yang memiliki masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung.

Baca Juga: Bisa Jadi Alternatif Pengganti Beras, Kenalan dengan Tanaman Sorgum

2. Bisa Menurunkan Berat Badan

Beras porang kaya akan serat alami, atau glukomanan yang dikenal dapat menurunkan kadar hormon ghrelin yang bertugas mengatur rasa lapar.

Penurunan kadar hormon ghrelin, dapat membuat nafsu makan berkurang. Tidak heran kalau beras porang cocok dikonsumsi oleh seseorang yang ingin menurunkan berat badan.

 

3. Menjaga Kadar Gula Darah

Beras porang juga bisa jadi pilihan bagi penderita diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi karena tidak memiliki efek samping yang dapat memperburuk penyakit.

Ada baiknya kalau Sahabat DAAI juga mengganti beras yang biasa dikonsumsi dengan beras porang. Ini karena, beras porang dapat mencegah lonjakan kadar darah secara tiba-tiba dan meningkatkan produksi insulin pada tubuh.

Pasalnya, indeks glikemik pada beras porang hanya di bawah 51, sehingga dapat menjadi pilihan yang baik bagi seseorang dengan diabetes.

 

4. Membuang Racun di Tubuh

Porang kaya akan kandungan serat yang sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan dan fungsi hati, sehingga detoksifikasi bisa berjalan dengan baik.

Maka dari itu, makanan ini dikenal dengan sifat hepatoprotektifnya, yaitu mengeluarkan racun dari tubuh dan bisa mencegah parasit untuk berkembang biak.

Baca Juga: Jangan Dibuang, Minum Air Tajin dari Rebusan Beras Ternyata Bisa Sembuhkan Diare

5. Mengatasi Sembelit

Sebagai pengganti nasi, tentu beras porang sangat baik bagi kesehatan. Ini karena, beras porang memiliki kandungan serat yang tinggi dan bisa melancarkan saluran pencernaan.

Untuk itu, rutin mengonsumsi beras porang juga dapat mengatasi sembelit.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: