Kaligrafi Tiongkok

Tulibot Smart Glasses karya mahasiswa PENS (Foto: Vokasi Kemdikbud)

Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) membuat kacamata pintar yang bisa memudahkan komunikasi disabilitas tunarungu.

Kacamata pintar yang dinamakan Tulibot Smart Glasses ini, mengombinasikan antara aplikasi dan smart glasses.

Salah satu pengembang dalam tim Tulibot, Muhammad Alan Nur mengatakan, Tulibot Smart Glasses dibuat untuk membantu penyandang tunarungu berkomunikasi.

“Tujuan pengembangan Tulibot ini, adalah untuk membuat komunikasi dapat diakses dengan mudah oleh orang-orang dengan gangguan pendengaran,” ujar Alan dikutip dalam keterangannya, Selasa (5/12).

 

Cara Kerja Tulibot

Tulibot Smart Glasses memungkinkan pembuatan subtitle secara real-time untuk mempermudah teman tuli melakukan diskusi kelompok, pertemuan, atau berinteraksi sehari-hari. Dengan demikian, kehadiran perangkat ini dapat mendorong inklusivitas.

Cara kerjanya, Tulibot akan mendeteksi audio melalui aplikasi yang menggunakan teknologi pengenalan suara canggih, menerjemahkannya menjadi teks, dan menampilkannya pada lensa kacamata secara real-time.

Tulibot memungkinkan pengguna tunarungu untuk membaca apa yang dikatakan lawan bicaranya dalam bentuk subtitle. Artinya, kacamata ini bisa meningkatkan kemampuan mereka untuk mengikuti percakapan dan memfasilitasi inklusi sosial.

Selain itu, sistem ini juga dapat mengidentifikasi siapa yang sedang berbicara, sehingga bisa memberikan konteks yang lebih jelas dalam percakapan.

Melalui teknologi pengenalan suara yang mutakhir pada teknologi ini, membuat Tulibot akan memberikan identifikasi pembicara yang akurat, serta mengubah audio menjadi subtitle visual dengan mulus dalam waktu kurang dari satu detik.

 

Solusi untuk Teman Tuli

Penggunaan perangkat ini akan memberdayakan individu, terutama penyandang disabilitas tunarungu untuk terlibat dengan mudah dalam sebuah pembicaraan.

Selain itu, Tulibot pun bisa mendobrak hambatan komunikasi dan mendorong inklusi sosial.

“Harapan dan misi kami, adalah memastikan bahwa setiap orang dapat berpartisipasi dan didengarkan, merevolusi cara kita berkomunikasi dan terhubung di dunia yang beragam,” kata Alan.

Alan mengatakan, Tulibot akan mendukung individu penyandang disabilitas pendengaran melalui solusi ucapan-ke-teks, serta teknologi yang bisa mentranskripsikan bahasa lisan menjadi teks secara langsung. Target pasar untuk Tulibot merupakan penyandang disabilitas pendengaran.

“Setiap hari Tulibot membantu lebih dari ribuan orang dan organisasi terkemuka membangun masyarakat yang lebih inklusif,” tutup Alan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: