Ilustrasi frugal living (Foto: takasuu via Getty Images)
Frugal living adalah gaya hidup hemat dengan menjadi lebih bijak dan mindful terhadap setiap pengeluaran. Menerapkan gaya hidup frugal bisa membantu meraih kebebasan finansial dengan lebih cepat.
Orang yang menerapkan gaya hidup frugal living biasanya berfokus pada tujuan keuangan tertentu di masa depan, misalnya financial freedom.
Gaya hidup frugal living, bisa membantu memprioritaskan pengeluaran mana yang penting dan mana yang tidak perlu. Frugal living juga bisa menjadi salah satu cara untuk menghindari pemborosan.
Berasal dari bahasa Inggris, frugal artinya berhemat atau menghindari pemborosan. Tidak jauh berbeda dengan gaya hidup minimalis yang mengurangi barang-barang yang dianggap tidak perlu, frugal living menerapkan gaya hidup hemat dan bijak dalam mengelola finansial.
Gaya hidup ini bisa dilakukan oleh siapa saja, asal pelakunya betul-betul cermat dalam mengelola keuangan dan memiliki komitmen untuk berhemat.
Cara Menjalankan Frugal Living
Kunci utama untuk menerapkan frugal living, adalah bisa menahan diri untuk membeli barang-barang yang tidak terlalu diperlukan.
Sahabat DAAI juga perlu mencatat pengeluaran dan melakukan budgeting secara rutin untuk mengetahui arus keuangan.
Selain itu, berikut adalah beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk menerapkan konsep frugal living.
1. Memanfaatkan Promo atau Diskon
Memanfaatkan promo atau diskon sebelum membeli sesuatu akan sangat membantu untuk menghemat pengeluaran, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meski demikian, perlu diingat jangan sampai Sahabat DAAI bisa membeli barang secara impulsif hanya karena promo.
Sahabat DAAI perlu memperhatikan dengan baik, apakah barang dengan promo tersebut memang diperlukan atau tidak.
2. Membuat Anggaran untuk Menabung dan Investasi
Jangan lupa untuk selalu membuat anggaran menabung dan investasi dari anggaran bulanan agar pengeluaran bisa tercatat dengan lebih rapi.
Melalui gaya hidup hemat dalam konsep frugal living, Sahabat DAAI berpotensi menyisihkan uang lebih banyak lagi.
Dengan demikian, Sahabat DAAI bisa menambah alokasi untuk investasi supaya makin fokus mencapai tujuan keuangan.
3. Beli Barang Bekas
Tidak ada salahnya untuk beli barang bekas atau secondhand, asalkan fungsi barang tersebut masih sama dengan produk barunya.
Jika mencari dengan cermat, bisa saja Sahabat DAAI menemukan barang yang masih fungsional dengan kualitas baik dan harga yang terjangkau.
Jadi Sahabat DAAI bisa menghemat pengeluaran dan ada sisa uang tambahan untuk disisihkan sebagai investasi.
4. Membandingkan Harga dan Value
Sebelum membeli sesuatu, coba pertimbangkan dengan baik harga dan value (nilai) barang tersebut.
Misalnya saat Sahabat DAAI ingin membeli sepatu, selain membandingkan harga yang terjangkau, Sahabat DAAI juga perlu melihat nilai sepatu tersebut.
Seperti dari segi kualitasnya, lalu apakah sekiranya sepatu tersebut bisa digunakan dalam waktu lama atau tidak.
Dengan demikian, akhirnya Sahabat DAAI bisa mendapatkan harga dan kualitas terbaik. Kalau barangnya awet, Sahabat DAAI pun tidak perlu lagi membeli barang yang sama dalam waktu dekat dan bisa menghemat pengeluaran.

